Disebut Sebagai Hak Berekspresi, Aksi Membakar Al Quran Rasmus Paludan di Swedia Dikecam Habis-habisan!

Disebut Sebagai Hak Berekspresi, Aksi Membakar Al Quran Rasmus Paludan di Swedia Dikecam Habis-habisan!

Aksi Rasmus Paludan yang membakar Al Quran di depan gedung kedutaan Turki di Swedia dikecam karena disebut sebagai bentuk kebebasan berekspresi. --Linggaupos

Berdasarkan izin aksi yang diperolehnya dari polisi, Rasmus Paludan menyebutkan jika aksi protesnya, dilakukan terhadap Islam. Bahkan menurut Rasmus Paludan, aksi membakar Al Quran tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi di Swedia.

BACA JUGA:Selain Diperiksa Polisi Gegara Viral Live TikTok Mandi Lumpur, Ini Sederet Bantuan Diterima Nenek Layar Sari!

 

 

Namun kenyataannya, sejumlah nagara seperti Arab Saudi, Yordania dan Kuwait ternyata mengecam aksi membakar Al Quran yang dilakukan Rasmus Paludan di depan gedung kedutaan Turki di Swedia tersebut. 

 

 

Sebab menurut Kementerian Luar Negri Arab Saudi melalui pernyataannya beberapa waktu lalu, Islam merupakan agama yang menyerukan untuk menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi dan hidup berdampingan serta menolak kebencian dan ekstremisme.

BACA JUGA:Ini Penegasan Presiden Jokowi Terkait Pembangunan Tol Bengkulu dan Tol Trans Sumatra, Ada 30 Ruas Jalan Tol!

 

Akibat aksi membakar Al Quran yang dilakukan Rasmus Paludan ini, membuat negara swedia menerima beberapa kecaman keras dari beberapa negara lainnya, termaksud Turki dan Indonesia.

 

 

Di Istanbul, sekitar 200 orang menggelar aksi pengunjuk rasa dengan cara membakar bendera Swedia di depan konsulat Swedia sebagai tanggapan atas aksi membakar Alquran yang belum lama ini terjadi di Swedia.

BACA JUGA:Ini Daftar 23 Orang Dicekal ke Luar Negeri Terkait Dugaan Korupsi BST 4G Kemenkominfo RI

Sumber: