Efisiensi Anggaran 2026, Layanan Literasi Perpusda Kepahiang Ikut Terdampak

Efisiensi Anggaran 2026, Layanan Literasi Perpusda Kepahiang Ikut Terdampak

Efisiensi Anggaran 2026, Layanan Literasi Perpusda Kepahiang Ikut Terdampak--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pada tahun anggaran 2026 ternyata turut berdampak terhadap pelayanan literasi di Kabupaten Kepahiang. Salah satu instansi yang merasakan langsung dampak kebijakan tersebut adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Kabupaten Kepahiang.

BACA JUGA:Suka Matcha, Ini Manfaat dan Waktu Tepat Minumnya

BACA JUGA:Bukan Sekedar Bumbu, Ini 5 Manfaat Kunyit Menurut Sains!

Jika pada tahun-tahun sebelumnya Perpusda Kepahiang cukup aktif menggelar berbagai kegiatan literasi hingga menjangkau pelosok desa melalui layanan perpustakaan keliling, maka kondisi berbeda harus dihadapi pada tahun ini. Keterbatasan anggaran membuat sejumlah program yang selama ini menjadi andalan terpaksa dikurangi, bahkan ada yang nyaris tidak dapat berjalan secara maksimal.

BACA JUGA:Simak! 5 Kesalahan Memakai Bedak yang Membuat Kulit Terlihat Kering

BACA JUGA:Wajah Kembali Cerah, Ini 4 Pilihan Micellar Water Lokal untuk Kulit Kusam

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kepahiang, Zikrullah, M.Pd, mengakui bahwa efisiensi anggaran membawa konsekuensi terhadap berbagai aktivitas pelayanan perpustakaan. Salah satu program yang paling terdampak adalah layanan perpustakaan keliling.

BACA JUGA:Dinkes Kepahiang Ingatkan Warga Waspada Ancaman Penyakit Akibat Krisis Air Bersih Selama Kemarau

Menurutnya, operasional mobil perpustakaan keliling membutuhkan biaya yang cukup besar. Mulai dari kebutuhan bahan bakar minyak, biaya perawatan kendaraan, hingga operasional petugas yang harus turun langsung ke lapangan. Dengan kondisi anggaran yang terbatas, layanan tersebut tidak lagi dapat dilakukan secara rutin seperti tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:Miris, Begini Dilemanya Sekolah Pelosok di Kepahiang

"Kalau sebelumnya perpustakaan keliling kita jadwalkan rutin mengunjungi sekolah-sekolah maupun desa, namun karena keterbatasan anggaran, hanya dilakukan di waktu-waktu tertentu saja," ujar Zikrullah.

 

Dengan berkurangnya frekuensi kunjungan perpustakaan keliling, otomatis kesempatan masyarakat untuk memperoleh bahan bacaan juga ikut menurun. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan budaya literasi di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Bikin Kulit Segar di Cuaca Panas, Ini 3 Rekomendasi Face Mist

Sumber:

Berita Terkait