Sungguh Memilukan! Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Warga Pusat Kota Kepahiang Ini Harapkan Uluran Tangan

Sungguh Memilukan! Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Warga Pusat Kota Kepahiang Ini Harapkan Uluran Tangan

Sungguh Memilukan! Puluhan Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Warga Pusat Kota Kepahiang Ini Harapkan Uluran Tangan Dermawan--DOK/RK

Radarkepahiang.id - Di tengah derap pembangunan dan gemerlapnya pusat perkotaan Kabupaten Kepahiang, potret kemiskinan dan kontras sosial masih saja ditemukan. Sungguh miris, seorang ibu dua anak terpaksa harus bertahan hidup di dalam sebuah gubuk reyot yang jauh dari kata layak.

BACA JUGA:Pudarkan Bekas Jerawat, Ini 4 Pelembap Retinol yang Muluskan Kulit!

BACA JUGA:Efisiensi Anggaran 2026, Layanan Literasi Perpusda Kepahiang Ikut Terdampak

Adalah Fradilla Sandi (49), warga yang kesehariannya harus berjuang seorang diri membesarkan kedua buah hatinya. Jangankan menikmati fasilitas yang memadai, tempat bernaung yang ia huni saat ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan.

BACA JUGA:Suka Matcha, Ini Manfaat dan Waktu Tepat Minumnya

BACA JUGA:Bukan Sekedar Bumbu, Ini 5 Manfaat Kunyit Menurut Sains!

Dinding rumahnya hanya terbuat dari setengah pelupuh bambu dan papan lapuk yang sudah miring serta hampir roboh. Sementara bagian atapnya, seng yang sudah berkarat dan berlubang di mana-mana hanya ditambal menggunakan plastik seadanya demi menahan terik matahari. Tak ayal, jika hujan turun disertai angin, seisi rumah dipastikan basah dan keluarga kecil ini harus basah kuyup.

 

Derita Fradilla ini sudah berlangsung menahun. Sejak anak sulungnya masih kecil hingga kini telah menginjak usia 23 tahun, ia sama sekali tak pernah memiliki kemampuan finansial untuk melakukan perbaikan. Jangankan untuk merenovasi rumah menjadi permanen, untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja ia bersama anak-anaknya kerap kesulitan.

BACA JUGA:Wajah Kembali Cerah, Ini 4 Pilihan Micellar Water Lokal untuk Kulit Kusam

BACA JUGA:Dinkes Kepahiang Ingatkan Warga Waspada Ancaman Penyakit Akibat Krisis Air Bersih Selama Kemarau

"Jangankan ingin memperbaiki rumah, untuk makan saja susah," lirih Fradilla dengan mata berkaca-kaca saat dikunjungi oleh Ketua Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Cabang Kepahiang, Ustad Andi Hermasyah.

 

Melihat kondisi memilukan yang dialami oleh warganya sendiri di pusat kota ini, Ustad Andi Hermasyah mengaku terenyuh. Ia lantas mengetuk pintu hati para dermawan, para pejabat, pengusaha, serta masyarakat Kabupaten Kepahiang yang memiliki rezeki lebih untuk, bersama-sama mengulurkan tangan membantu meringankan beban Ibu Fradilla.

Sumber:

Berita Terkait