Dinkes Kepahiang Ingatkan Warga Waspada Ancaman Penyakit Akibat Krisis Air Bersih Selama Kemarau
Dinkes Kepahiang Ingatkan Warga Waspada Ancaman Penyakit Akibat Krisis Air Bersih Selama Kemarau--DOK/RK
Radarkepahiang.id - Meskipun hujan mulai turun di beberapa wilayah, ancaman musim kemarau di Kabupaten Kepahiang masih menyisakan kekhawatiran tersendiri. Selain memicu berkurangnya debit air sungai dan sumber mata air warga, musim kemarau juga membawa ancaman serius berupa berbagai penyakit akibat penggunaan air yang tidak layak konsumsi.
BACA JUGA:Miris, Begini Dilemanya Sekolah Pelosok di Kepahiang
BACA JUGA:Bikin Kulit Segar di Cuaca Panas, Ini 3 Rekomendasi Face Mist
Menyikapi kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepahiang mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan penggunaan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, mandi, hingga mencuci peralatan makan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang, H. Tajri Fauzan, S.KM, M.Si, mengingatkan warga agar tidak nekat menggunakan air yang keruh, tercemar, atau berasal dari sumber yang tidak terjamin kualitasnya hanya karena kesulitan memperoleh air bersih.
BACA JUGA:Ini Rekomendasi Hand Cream Terbaik untuk Tangan Kering dan Pecah-pecah!
BACA JUGA:Ditenggat 31 Agustus, Bupati Zurdi Nata Imbau Masyarakat Kepahiang Manfaatkan Pemutihan Pajak!
"Musim kemarau biasanya menyebabkan ketersediaan air bersih menurun. Namun kami mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan penggunaan air yang bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan menggunakan air yang terlihat keruh atau tercemar karena risikonya cukup besar terhadap kesehatan," ujar Tajri.
BACA JUGA:833 Dapur MBG di Indonesia Ditutup Permanen, SPPG di Kepahiang?
BACA JUGA:Melindungi Kulit, Ini 5 Tinted Terbaik yang Meratakan Warna Wajah
Ia menjelaskan, penurunan debit air pada sumur gali dan sungai saat kemarau kerap memaksa sebagian warga memanfaatkan genangan atau sumber air dengan kualitas menurun. Kondisi tersebut membuat konsentrasi bakteri, virus, dan parasit di dalam air menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan saat musim penghujan.
BACA JUGA:Menu Praktis Tinggi Protein, Ini Resep Bola-bola Ayam Kukus yang Lembut!
Tajri memaparkan, penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan yang menyerang seluruh anggota keluarga, terutama balita, anak-anak, dan lanjut usia (lansia) yang memiliki imunitas lebih rendah. Beberapa penyakit yang paling sering mengintai di antaranya, diare dan gangguan saluran pencernaan lainnya.
BACA JUGA:Lelang Barang Rampasan Kejari Kepahiang Diserbu Warga, Negara Kantongi Rp20 Juta
Penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan infeksi, tifoid (tipes), leptospirosis, apabila sumber air telah terkontaminasi oleh kotoran hewan. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terkecoh dengan kejernihan air.
Sumber: