Pesona Telaga Hijau Karang Anyar Kepahiang: Dulu Viral Kini Sepi, Pengelola Berharap Bantuan Fasilitas
Pesona Telaga Hijau Karang Anyar Kepahiang: Dulu Viral Kini Sepi, Pengelola Berharap Bantuan Fasilitas--Reka Fitriani
Radarkoran.com - Destinasi wisata alam Telaga Hijau yang terletak di Jalan Lintas Ring Road, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, kini tengah menjadi sorotan publik. Berawal dari buah bibir di media sosial, objek wisata ini kini mendambakan uluran tangan serta dukungan konkret dari pemerintah maupun instansi terkait agar kian berkembang optimal.
BACA JUGA:Mana yang Lebih Sehat untuk Sarapan, Overnight Oats vs Oatmeal Hangat
BACA JUGA:Cocok Dipakai di Cuaca Panas, Ini 3 Rekomendasi Parfum Segar!
Pengelola Wisata Telaga Hijau, Warni (50), mengungkapkan bahwa kawasan wisata yang menyuguhkan panorama telaga air berwarna hijau asri ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, tempat tersebut baru resmi dikelola secara intensif oleh warga sekitar sejak empat bulan lalu atau tepatnya mulai Maret 2026, menyusul gelombang viral di berbagai platform media sosial.
"Wisata telaga sudah lama, cuma ini viral dan baru dikelola sekitar empat bulan ini sejak Maret 2026," ujar Warni saat ditemui di lokasi.
BACA JUGA:BBM Ramah Lingkungan Tiba di Kepahiang, Biodiesel B50 Resmi Dijual Rp6.800 per Liter di SPBU Kelobak
BACA JUGA:Cetak Kinerja Positif, Kejari Kepahiang Ringkus dan Eksekusi 10 Perkara Selama Setahun
Ia menuturkan, pengelolaan destinasi ini sejauh ini berjalan secara swadaya melalui gotong royong kelompok tani setempat. Menariknya, para pelancong yang singgah tidak dikenakan tarif tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar biaya titip kendaraan serta memberikan donasi seikhlasnya.
BACA JUGA:Kulit Kepala Tetap Sehat, Ini 5 Kebiasaan Baik yang Perlu Dilakukan!
BACA JUGA:ASN Bolos Kerja 10 Hari Gajinya Diberhentikan, Wabup Hafizh: Atasan Jangan Hanya Diam!
Kendati demikian, pasang surut kunjungan mulai dirasakan pengelola. Pada masa puncak viral beberapa waktu lalu, jumlah pelancong yang datang bisa membludak hingga ratusan orang setiap pekannya, bahkan sempat menarik minat wisatawan asal Pulau Jawa hingga mancanegara. Seiring berjalan waktu, angka kunjungan kini melandai di kisaran 50 orang per pekan.
Menyikapi kondisi tersebut, pihaknya sangat mengharapkan adanya intervensi dan dukungan dari pemerintah daerah guna mendongkrak fasilitas penunjang wisata.
Sumber: