833 Dapur MBG di Indonesia Ditutup Permanen, SPPG di Kepahiang?

833 Dapur MBG di Indonesia Ditutup Permanen, SPPG di Kepahiang?

833 Dapur MBG di Indonesia Ditutup Permanen, SPPG di Kepahiang?--DOK/RK

Radarkepahiang.id -  Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah di Indonesia resmi ditutup permanen oleh Badan Gizi Nasional (BGN) lantaran melanggar tata kelola. Meski begitu, masyarakat Kabupaten Kepahiang bisa bernapas lega. Seluruh dapur MBG yang beroperasi di Bumi Sehasen dipastikan aman dan bebas dari sanksi penghentian.

BACA JUGA:Melindungi Kulit, Ini 5 Tinted Terbaik yang Meratakan Warna Wajah

BACA JUGA:Menu Praktis Tinggi Protein, Ini Resep Bola-bola Ayam Kukus yang Lembut!

Kepala BGN, Sudaryono, mengonfirmasi bahwa penutupan secara permanen terhadap 833 dapur MBG ini mulai diberlakukan tegas sejak Senin 27 Juli 2026.

 

"Kami telah menemukan adanya 833 dapur yang kami suspend per hari ini," tegas Sudaryono.

BACA JUGA:Lelang Barang Rampasan Kejari Kepahiang Diserbu Warga, Negara Kantongi Rp20 Juta

BACA JUGA:Waspada! Penyakit Mirip Covid-19 Mulai Mengintai Kepahiang di Musim Kemarau

Sudaryono menekankan bahwa penutupan kali ini bersifat tegas. Dapur yang melanggar tidak akan lagi menerima kompensasi maupun pembayaran insentif dalam bentuk apa pun. Mayoritas pelanggaran yang ditemukan berkaitan dengan standar higienitas dan sanitasi yang buruk, kualitas makanan, risiko keracunan, hingga ketiadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

 

Terpisah, Koordinator Regional BGN SPPG Provinsi Bengkulu, Iqbal Ramadhan, memastikan wilayah Provinsi Bengkulu, khususnya Kabupaten Kepahiang, bersih dari daftar suspend.

BACA JUGA:Lelang Barang Rampasan Kejari Kepahiang Diserbu Warga, Negara Kantongi Rp20 Juta

BACA JUGA:Bikin Makeup Natural dan Ringan di Kulit, Ini Tips Pilih Tinted Moisturizer

"SPPG di Provinsi Bengkulu belum ada yang di-suspend permanen, termasuk SPPG di Kepahiang, alhamdulillah tidak ada," ungkap Iqbal.

Sumber:

Berita Terkait