Radar Kepahiang
DPRD Kepahiang
PUPR Kepahiang

Diberbagai Daerah, Makanan Khas Lebaran Ini Mulai Jarang Dihidangkan

Diberbagai Daerah, Makanan Khas Lebaran Ini Mulai Jarang Dihidangkan

Diberbagai Daerah, Makanan Khas Lebaran Ini Mulai Jarang Dihidangkan --DOK/NET

BACA JUGA:Menu Lebaran, Sayur Krecek Labu Siam Petai Bisa Jadi Pilihan

BACA JUGA:Isi Libur Lebaran dengan Nambah Cuan, Download Aplikasi Penghasil Uang Ini

3. Lepet (Jawa dan Sunda) 

Lepet merupakan makanan tradisional dari Jawa dan Sunda. Lepet tersebut dari ketan, santan dan kacang tanah, yang kemudian dibungkus dengan daun kelapa, lalu dikukus. Lepet biasanya tersedia saat lebaran tiba hingga setelah lebaran. Kue ini memiliki tekstur yang kenyal dan gurih, lepet merupakan makanan wajib di Jawa dan Sunda saat lebaran tiba.

Namun, Lepet saat ini sudah jarang ditemui, karena proses pembuatannya yang lumayan sulit dan memakan waktu dan tenaga.

BACA JUGA:Soal Motif Perkelahian Maut di Pasar Kepahiang, Ini Kata Kapolres!

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Tukang Ojek di Kepahiang Tewas Dalam Perkelahian Bersenjata Tajam!

4. Gulo Puan (Sumatera Selatan)

Gulo Puan adalah makanan khas Sumatera Selatan yang dibuat dari susu kerbau dan gula. Proses pembuatannya cukup panjang, yaitu dengan merebus susu kerbau bersama gula hingga mengental dan mengkristal seperti karamel.

Namun, saat ini kue Gulo Puan sudah jarang ditemui saat lebaran, karena semakin sulitnya mendapatkan susu kerbau dan proses pembuatannya yang rumit.

BACA JUGA:Pemkab Kepahiang Serahkan LKPD Unaudited ke BPK Tepat Waktu

BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Pemkab Kepahiang Tiadakan Takbiran Malam Lebaran

5. Bubur Kampiun (Minang)

Bubur kampiun adalah hidangan manis khas Minangkaba u yang merupakan campuran dari beberapa jenis bubur, seperti bubur sumsum, bubur ketan hitam, dan kolak pisang. Hidang ini dulu sering saat lebaran, namun saat ini sudah mulai berkurang popularitasnya, karena banyaknya pilihan makanan penutup modern yang lebih praktis.

Sumber: