Overthinking, Masalah yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anak Muda

Overthinking, Masalah yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anak Muda

Overthinking, Masalah yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anak Muda/--www.istockphoto.com

Overthinking, Masalah yang Dapat Mengganggu Kesehatan Mental Anak Muda

RK ONLINE - Banyak anak muda saat ini menggunakan istilah "overthinking" di media sosial untuk mengungkapkan perasaan galau mereka. Namun, apakah kita menyadari bahwa terjebak dalam siklus pikiran yang terus menerus dan berlebihan dapat berdampak serius pada kesehatan tubuh dan pikiran seseorang?

 

Overthinking, atau sering disebut rumination, adalah kondisi di mana seseorang terus-menerus memikirkan sesuatu atau situasi yang sama berulang kali hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental seseorang dan bahkan mempengaruhi kemampuan mereka untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA:Tips Mudah Mengurangi Stres Saat Menjalani Program Diet

Menurut Healthline, overthinking pada umumnya terbagi menjadi dua, yaitu mengkhawatirkan masa depan atau masa lalu.

 

"Overthinking bukanlah penyakit mental, tetapi terkait erat dengan beberapa kondisi seperti depresi, gangguan kecemasan, gangguan makan, dan gangguan obat-obatan," ungkap Berkeley Wellbeing.

 

Berikut adalah dua alasan dasar penyebab overthinking:

- Mekanisme Perlindungan Diri: Seseorang yang terjebak dalam pikiran berulang-ulang seringkali mencoba untuk mengendalikan segala hal dalam hidup mereka, termasuk masalah keuangan, kesehatan, pekerjaan, dan hubungan. Namun, terus-menerus memikirkan masalah tersebut tidak akan menyelesaikannya. Penting untuk menyadari bahwa melakukan tindakan produktif untuk memperbaiki masalah adalah kunci utamanya.

BACA JUGA:Minum Kopi Pahit Tanpa Gula Setiap Hari, Apakah Aman?

- Kurangnya Kesadaran Diri: Otak memiliki kecenderungan untuk memikirkan hal-hal berulang kali karena kebiasaan. Orang yang cenderung overthinking membuat otak terbiasa untuk mengulangi pikiran-pikiran yang menyebabkan kecemasan. Hal ini menyebabkan perasaan gelisah dan khawatir terus menghantui pikiran.

 

Sumber: