Radar Kepahiang
PUPR Kepahiang

Musuh Bebuyutan, Pernikahan Suku Jawa Dengan Suku Sunda Disebut Tidak Bertahan Lama

Musuh Bebuyutan, Pernikahan Suku Jawa Dengan Suku Sunda Disebut Tidak Bertahan Lama

Suku Jawa dan Suku Sunda dilarang menikah karena sudah menjadi musuh bebuyutan/Foto: Ilustrasi pernikahan--- Cepatnikah.com

 

Namun di sisi lainnya, Hayam Wuruk juga disebut-sebut memiliki alasan politik, ingin menjadikan Pitaloka yang dikenal dengan sebutan putri Citra Rashmi ini sebagai istrinya. Sebab Dyah Pitaloka, merupakan putri dari Prabu Maharaja Lingga Buana dari Kerajaan Sunda.

BACA JUGA:CEK FAKTA: Handphone Masuk Air Cukup Diremdam Dalam Beras!

Sebagai utusan dari Majapahit, Patih Madhu datang ke Kerajaan Sunda untuk mengatur pernikahan kerajaan dan melamar putri Sunda nan cantik ini. Pernikahan ini diharapkan dapat mengikat aliansi dengan Kerajaan Majapahit yang besar dan kuat. Raja Sunda memberikan restu dengan gembira dan mengantar putrinya ke Majapahit untuk menikah dengan Hayam Wuruk.

 

Mereka kemudian menunggu kedatangan utusan dari Majapahit serta upacara pernikahan kerajaan yang layak dan megah. Namun Mahapatih Majapahit, Gajah Mada melihat ini sebagai kesempatan untuk menaklukkan Sunda agar berada di bawah kekuasaan Majapahit.

 

Dia bersikeras bahwa Dyah Pitaloka, tidak akan diangkat menjadi Ratu Majapahit, melainkan hanya menjadi selir yang dipersembahkan kepada Raja Majapahit sebagai tanda penundukan Kerajaan Sunda di bawah kekuasaan Majapahit. Raja Sunda sangat marah dan merasa dihina oleh tuntutan Gajah Mada.

 

Berdasarkan mitos yang beredar, dalam kesedihan dan keputusasaan yang dirasakannya, sang putri akhirnya memilih untuk bunuh diri untuk membela kehormatan dan martabat negaranya. 

Tidak hanya oleh Hayam Wuruk, kematian Dyah Pitaloka juga sangat disayangkan seluruh rakyat Kerajaan Sunda yang kehilangan sebagian besar keluarga kerajaan mereka.

BACA JUGA:Merokok Saat Mengemudi Ternyata Bisa Dipenjara, Simak Ini Penjelasanya!

Masyarakat Sunda menghormati dan menganggap kematian ini sebagai tindakan berani dan mulia dalam membela kehormatan bangsa dan negara mereka.

Dari cerita yang turun temurun ini pula, kemudian muncul dan berkembang jika hubungan asmara Suku Jawa dengan Suku Sunda, tidak akan pernah bisa berlangsung lama karema memang sudah menjadi musuh bebuyutan sejak dahulu kala.

Sumber: