Detik Detik Penggerbekan Gudang Pabrik Oli Palsu, Polisi Temukan 7 Mesin Pengolahan yang Mengejutkan

Detik Detik Penggerbekan Gudang Pabrik Oli Palsu, Polisi Temukan 7 Mesin Pengolahan yang Mengejutkan

Barang bukti kasus pemalsuan oli- --Tribunnews.com

Detik Detik Penggerbean Gudang Pabrik Oli Palsu, Polisi Temukan 7 Mesin Pengolahan yang Mengejutkan

RK ONLINE - Salah satu lokasi pabrik oli palsu di Gresik telah terungkap. Pabrik ini terletak di Pergudangan Legundi Business Park Gresik, tepatnya di Blok K No 42, Jawa Timur. Dalam gudang tersebut, ditemukan 7 mesin pengolahan yang diduga buatan China.

 

Informasi yang dikumpulkan menyebutkan bahwa lokasi tersebut digunakan sebagai tempat penyulingan oli palsu. "Terdapat sekitar tujuh mesin, sepertinya mesin-mesin tersebut buatan China," kata seorang narasumber yang tidak ingin disebutkan namanya pada tanggal 8 Juni 2023.

 

Pabrik oli palsu ini diduga mempekerjakan sekitar 20 karyawan, baik pria maupun wanita. Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri telah mengungkap praktik pembuatan dan penjualan oli palsu oleh lima tersangka dengan inisial AH, AK, FN, AL alias TOM, dan AW.

BACA JUGA:Takut Oli Palsu, Tenang Membedakan Oli Palsu dan Asli Sekarang Bisa Dilakukan Menggunakan QR Code

Bareskrim Polri menyita 19 mesin berbagai jenis yang digunakan dalam proses produksi, 27 alat cetak berbagai jenis untuk pembuatan kemasan, 150 stiker untuk label kemasan, 2.500 kardus dengan tulisan merek oli ternama, serta dua unit mobil untuk mengangkut hasil produksi.

 

Selain itu, polisi juga berhasil menyita 50 drum oli yang belum dicampur pewarna, enam drum sisa oli, 47 tempat penyimpanan oli, 10 karung bijih plastik, dan dua karung polimaster. 

 

Selain itu, disita juga sejumlah produk oli palsu, termasuk 35.730 botol oli mesin motor berbagai merek siap edar, 1.203 botol oli mesin mobil berbagai merek siap edar, 397.389 botol kosong berlabel oli motor berbagai merek, dan 284.350 botol kosong berlabel oli mobil berbagai merek.

 

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, menyatakan bahwa terdapat sembilan lokasi terkait kasus ini, di mana tiga di antaranya adalah tempat pembuatan oli palsu. Para tersangka ini memproduksi dan mendistribusikan oli palsu dengan menggunakan merek terkenal tanpa melalui uji laboratorium.

Sumber: