Wabup Akui Pembangunan Stadion Mini Tidak Sesuai Kesepakatan

Wabup Akui Pembangunan Stadion Mini Tidak Sesuai Kesepakatan

DOK/RK : KONDISI : Beginilah kondisi stadion mini di Kabupaten Kepahiang yang pembangunannya baru saja selesai dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu.--

RK ONLINE - Wakil Bupati Kepahiang, H. Zurdi Nata, S.IP membenarkan bahwa pembangunan stadion mini yang berada di wilayah Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang, yang dilaksanakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu tidak sesuai kesepatakan.

 

Karena pada saat titik nol yang dilaksanakan Kamis 1 September 2022, lanjut Wabup, disaksikan sejumlah pihak termasuk perwakilan dari Dispora Provinsi Bengkulu, ketika itu stadion mini disebutkan dibangun memanfaatkan luas lapangan yang sudah disediakan. Namun kenyataannya stadion mini dibangun lebih mini, luas lahan stadion tidak dimanfaat sebagaimana yang dijanjikan. Sementara lapangan sepak bola Kabupaten Kepahiang yang memang berpotensi untuk dikembangkan, hanya berada di Kelurahan Padang Lekat.

 

"Saya memang belum melakukan pengecekan langsung hasil pembangunan stadion mini yang dilakukan Dispora Provinsi Bengkulu tersebut. Tetapi saya telah mendapatkan informasi kalau pembangunan yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Mengecewakan sebab tidak sesuai kesepakatan. Yang pertama kecewa ya masyarakat dan Askab PSSI Kabupaten Kepahiang, termasuk kita dari pemerintah kabupaten juga kecewa," ucap Wabup dengan nada tegas ketika dikonfirmasi wartawan Radar Kepahiang, Minggu (27/11).

 

Lebih lanjut dipastikan Wabup, saat titik nol yang sebelumnya dilakukan, sudah disampaikan ke pihak Dispora Provinsi Bengkulu bahwa stadion mini haruslah sesuai yang dijanjikan. Dalam artian, pembangunan stadion mini dilakukan dengan maksimal memanfaatkan luas lapangan yang tersedia.

 

"Jika benar adanya luas lapangan dibuat lebih sempit, padahal lahan yang disiapkan luas, serta jarak antara tiang gawang dan tembok hanya 4 meter, tentu stadion mini ini tak sesuai harapan. Lahan yang kita siapkan mubazir. Karena lahan yang disiapkan itu hingga 2,7 hektar. Stadion ini merupakan satu-satunya di Kepahiang, yang punya potensi dikembangkan kedepannya," sesal Wabup.

 

BACA JUGA:Pembangunan Stadion Mini Mengecewakan

 

Menindak lanjut persoalan ini, ditekan Wabup, dirinya akan menyampaikannya Disparpora Kabupaten Kepahiang agar berkoordinasi dengan Dispora Provinsi Bengkulu. Jangan sampai pembangunan stadion yang sudah menghabiskan uang masyarakat, tidak bisa dimanfaatkan dengan baik di masa akan datang.

 

Sumber: