Hingga Juli Realisasi KUR Capai Rp 2,6 Triliun

Hingga Juli Realisasi KUR Capai Rp 2,6 Triliun

DOK/RK : KUR : Statistik penyaluran KUR di Provinsi Bengkulu--

RK ONLINE - Kementerian Keuangan melaui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mencatat hingga 31 Juli 2022 realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah Provinsi  telah mencapai angka Rp 2,6 triliun.

Kepala DJPb Provinsi Bengkulu, Syarwan,SE,M.Si mengatakan, realisasi tersebut mengalami peningkatan hingga 32,84 persen jika dibandingkan periode sama 2021 yang hanya Rp 1,9 triliun.

"Sektor pertanian, perburuan dan kehutanan menjadi sektor penyaluran KUR tertinggi mencapai mencapai angka Rp 1,4 triliun dengan jumlah debitur mencapai 23.949 orang," ungkap Syarwan saat pers rilis Kinerja pelaksanaan APBN, TKDD dan kredit program lingkup wilayah Provinsi Bengkulu, Kamis (18/8) di Kantor DJPb Provinsi Bengkulu.
Sedangkan untuk sisa realisasi lebih dari Rp 1 triliun disalurkan ke sektor lainnya seperti jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan dan perorangan lainnya, industri pengolahan, penyedia akomodasi dan penyedia makan dan minum, perikanan, real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan, tranportasi, pergudangan dan komunikasi, jasa kesehatan dan kegiatan sosial, hingga jasa pendidikan dan konstruksi.
Semantara itu, di wilayah Bengkulu untuk penyaluran KUR tertinggi berada di Kabupaten Bengkulu Utara dengan total realisasi mencapai Rp 463 miliar. Dan disusul Kota Bengkulu sebesar Rp 462,8 miliar, Kabupaten Mukomuko Rp 373,1 miliar, Kabupaten Rejang Lebong Rp 271 miliar, dan Kabupaten Seluma Rp 268,6 miliar. Kemudian Kabupaten Bengkulu Selatan Rp 262,8 miliar, Kabupaten Bengkulu Tengah Rp 180 miliar, Kabupaten Kaur Rp 147,4 miliar, Kabupaten Kepahiang Rp 115,5 miliar dan Kabupaten Lebong sebesar Rp 92,2 miliar.
Sedangkan untuk jumlah debitur KUR hingga 31 Juli 2022 mengalami peningkatan sebesar 10,07 persen dari tahun 2021 yang hanya 44.796 menjadi 49.309 debitur. Dengan jumlah debitur terbanyak di Kota Bengkulu sebanyak 8.605 dan debitur paling sedikit di Kabupaten Lebong sebanyak 2.441 debitur. Selama periode ini penyaluran KUR tertinggi dilakukan oleh Bank BRI sebanyak 38.239 debitur dengan angka 1,7 triliun rupiah atau sekitar 68 persen dari total penyaluran di Provinsi Bengkulu.
Walaupun penyaluran maupun debitur KUR di wilayah Bengkulu meningkat dari tahun sebelumnya, hal tersebut berbanding terbalik dengan alokasi KUR yang masih rendah. Sehingga dalam hal ini masyarakat dihimbau agar memanfaatkan program KUR ini. Juga menghimbau pihak perbankkan untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan program ini.

"Sayang sekali jika masyarakat tidak memanfaatkan program ini, apalagi bunga KUR sangat kecil. Dengan adanya KUR dapat membantu masyarakat untuk memulihkan ekonomi," ujar Syarwan. (gju)

Sumber: