Kemenhan RI Minta Bengkulu Siapkan 30.000 Hektar Lahan untuk Ditanami Singkong

Kemenhan RI Minta Bengkulu Siapkan 30.000 Hektar Lahan untuk Ditanami Singkong

RK ONLINE - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu diminta menyiapkan lahan seluas 30 ribu hektar oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI untuk ditanami singkong. Kenapa dilakukan penanaman singkong berskala besar?. Sekprov Bengkulu, Drs. Hamka Sabri, MM, menyampaikan, ini sebagai langkah mendukung program ketahanan pangan nasional. "Pemerintah Provinsi Bengkulu mendukung rencana ini, dari Kemenhan RI kita diminta menyediakan lahan yang dibutuhkan sekitar 30 ribu hektar. Makanya untuk penyediaan lahan tersebut mulai kita kaji," sampai Hamka usai rapat bersama perwakilan Kemenhan RI di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu, Selasa (15/09/2020). Diterangkan Hamka, lokasi lahan yang berpotensi dijadikan lokasi perkebunan singkong tersebar di beberapa wilayah dalam Provinsi Bengkulu. Diantaranya Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kaur, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Seluma, Lebong dan Rejang Lebong. Dengan adanya diversifikasi pangan ini, masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja. Karena juga bisa mengkonsumsi bahan pangan lain sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsi. "Pemprov Bengkulu sangat mendukung rencana ini, karena sekarang singkong merupakan salah satu komoditi diversifikasi pangan. Singkong berpotensi besar dikembangkan dalam bentuk produk turunan seperti tepung sebagai bahan dasar pembuatan kue, roti, mie instan dan biskuit," jelas Hamka. Sementara itu Ketua Tim Program Badan Cadangan Logistik Strategis (BCLS) Provinsi Bengkulu, Kolonel Laut (KH) Joni Agoesta menuturkan rencana penanaman singkong berskala besar ini merupakan program dari Kemenhan RI yang dikenal dengan BCLS yang merupakan bagian dari ketahanan nasional. "Pangan merupakan salah satu pillar utama ketahanan negara. Salah satu upaya penyediaan lumbung pangan itu adalah dengan penanaman singkong ini," terangnya. Joni menambahkan, perkebunan singkong tersebut nantinya akan dikelola oleh TNI bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Bengkulu dan melibatkan masyarakat melalui proses rekrut. "Nanti khusus masyarakat yang direkrut akan dibekali pelatihan dasar militer dan pengetahuan tentang pertanian terlebih dahulu," demikian Joni. Pewarta : Febri Yulian  Editor     : Candra Hadinata 

Sumber: