Agar Vitamin D Optimal, Jam Berapa Bagus untuk Berjemur?
Agar Vitamin D Optimal, Jam Berapa Bagus untuk Berjemur?--DOK/NET
Radarkepahiang.id - Berjemur di bawah sinar matahari merupakan salah satu cara alami yang paling efektif untuk mendapatkan asupan vitamin D. Banyak orang bertanya mengenai jam berapa bagus untuk berjemur guna mendapatkan manfaat maksimal tanpa merusak kulit.
Berdasarkan riset kesehatan, waktu yang direkomendasikan adalah pagi hari antara pukul 07.00 hingga 10.00. Pada rentang waktu ini, intensitas sinar ultraviolet (UV) masih tergolong aman bagi kulit manusia, namun tetap efektif dalam memicu produksi vitamin D.
BACA JUGA:Praktis di Halaman yang Sempit, Ini Cara Praktis Buat Kebun Sayur Mini
BACA JUGA:Pemkab Kepahiang 'Sisiri' APBD Perubahan TA 2026!
Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh mensintesis vitamin D3 yang berperan krusial dalam penyerapan kalsium dan fosfor. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepadatan tulang, kekuatan gigi, serta mengoptimalkan fungsi sistem kekebalan tubuh.
Dengan sistem imun yang kuat, tubuh akan lebih tangguh dalam menangkal berbagai serangan virus dan bakteri yang memicu penyakit infeksi.
BACA JUGA:Pentingnya NIB Bagi Pelaku Usaha, Triwulan I TA 2026 SUdah 3.666 Diterbitkan DPMPTSP!
Durasi dan Cara Berjemur yang Aman bagi Kulit
Meskipun sinar matahari memberikan manfaat besar, durasi paparan harus tetap diperhatikan agar tidak menimbulkan efek samping seperti kulit terbakar atau eritema. Durasi yang dianggap cukup untuk mendapatkan manfaat kesehatan adalah sekitar 10 hingga 15 menit saja.
Frekuensi ini dapat dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian secara alami. Saat berjemur, disarankan untuk membiarkan sebagian area kulit seperti lengan dan tungkai terpapar sinar matahari secara langsung.
BACA JUGA:Sapi Kurban Presiden RI Seberat 1 Ton Akan Disembelih di Kepahiang
BACA JUGA:Pentingnya NIB Bagi Pelaku Usaha, Triwulan I TA 2026 SUdah 3.666 Diterbitkan DPMPTSP!
Penggunaan tabir surya tetap diperbolehkan pada area wajah untuk mencegah penuaan dini, namun membiarkan sebagian kulit tubuh terbuka tanpa penghalang akan mempercepat proses pembentukan vitamin D. Selain itu, penggunaan kacamata hitam juga dianjurkan guna melindungi retina mata dari silau matahari pagi.
Saat berjemur, jangan lupa untuk lindungi kulit menggunakan sunscreen.
Simak selengkapnya Rekomendasi Sunscreen Terbaik yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit.
Manfaat Sinar UVB untuk Pertumbuhan dan Imunitas
Sinar matahari terdiri dari berbagai spektrum, namun jenis yang paling berperan dalam pembentukan vitamin D adalah sinar ultraviolet B (UVB). Pada jam 07.00 hingga 10.00, sinar UVB mulai mencapai permukaan bumi dalam kadar yang moderat.
Manfaat utama dari paparan sinar matahari ini mencakup beberapa aspek kesehatan berikut ini:
- Meningkatkan kesehatan tulang dengan membantu penyerapan kalsium secara maksimal ke dalam struktur tulang.
- Memperkuat sistem imunitas tubuh melalui aktivasi sel T yang berperan dalam melawan infeksi kuman.
- Membantu mengatur ritme sirkadian sehingga kualitas tidur di malam hari menjadi lebih baik.
- Mendukung kesehatan gigi pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
- Mengurangi risiko depresi musiman dengan merangsang pelepasan hormon serotonin yang memperbaiki suasana hati.
Cari tahu selengkapnya, Ini Manfaat Sinar Matahari Pagi bagi Kesehatan.
BACA JUGA:Sensus Ekonomi Dimulai, Bupati Kepahiang Ajak Masyarakat Proaktif Guna Sukseskan Pembangunan
Risiko Paparan Sinar Matahari pada Jam Berbahaya
Penting bagi masyarakat untuk mengetahui kapan waktu yang harus dihindari untuk berjemur. Periode antara pukul 10.00 hingga 16.00 adalah waktu di mana intensitas sinar matahari berada pada titik tertinggi dan indeks UV sangat ekstrem.
Paparan langsung pada jam-jam tersebut dalam durasi yang lama dapat meningkatkan risiko kerusakan jaringan kulit yang serius.
Paparan sinar UV yang terlalu intens dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sel kulit, yang dalam jangka panjang menjadi pemicu utama kanker kulit.
Selain itu, kulit akan mengalami dehidrasi, kemerahan, dan munculnya flek hitam akibat produksi melanin yang berlebihan.
Oleh karena itu, berjemur di luar rentang waktu pukul 07.00-10.00 sangat tidak disarankan demi menjaga integritas kulit. Menjaga Kesehatan Keluarga dan Persediaan Medis
Menjaga kesehatan tubuh tidak hanya dilakukan melalui aktivitas luar ruangan seperti berjemur, tetapi juga dengan memastikan asupan nutrisi dan kesediaan obat-obatan di rumah.
Pada masa pertumbuhan, anak-anak sering kali rentan terhadap perubahan cuaca yang dapat menyebabkan demam atau sakit kepala ringan. Memiliki persediaan obat penurun panas yang tepercaya menjadi langkah preventif yang bijak bagi setiap keluarga.
Salah satu rekomendasi produk yang penting disediakan adalah Praxion Suspensi 60 ml. Produk ini merupakan obat yang mengandung Paracetamol dengan dosis yang disesuaikan untuk kebutuhan anak-anak.
Praxion Suspensi 60 ml bekerja secara efektif sebagai antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh saat demam dan sebagai analgesik untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang. Bentuk suspensi memudahkan pemberian dosis yang akurat sesuai dengan berat badan atau usia anak.
BACA JUGA:Segar Setiap Hari, Ini Mudahnya Bikin Infused Water Buah
Penggunaan Praxion Suspensi 60 ml harus dilakukan sesuai dengan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan anjuran dokter.
Dengan menyediakan obat ini di kotak P3K, penanganan pertama pada anak yang mengalami demam setelah beraktivitas dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Mengombinasikan pola hidup sehat, waktu berjemur yang tepat, dan ketersediaan obat-obatan berkualitas akan memberikan perlindungan menyeluruh bagi anggota keluarga.
Sumber:




