Setelah Makan Daging Minum Teh Ganggu Penyerapan Zat Besi, Simak Penjelasannya!
Setelah Makan Daging Minum Teh Ganggu Penyerapan Zat Besi, Simak Penjelasannya!--DOK/NET
Radarkepahiang.id - Saat makan besar, seperti lauk daging, beberapa orang senang menikmatinya dengan teh. Melihat orang makan seporsi sate kambing atau semangkuk gulai sapi ditemani es teh manis merupakan hal umum. Namun, beberapa orang bilang pola makan seperti ini bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Apa benar?
Secara ilmiah, teh memang mengandung senyawa tanin dan polifenol yang dapat menghambat penyerapan zat besi di saluran pencernaan. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap jenis makanan.
BACA JUGA:Terbukti Membayar dan Cepat Cair, Ini 7 Aplikasi Penghasil Saldo DANA Gratis 2026
BACA JUGA:Efektif dan Mudah Dibuat Dirumah, Ini 5 Masker Rambut Rontok
Zat besi dari daging merah, misalnya, memiliki karakteristik berbeda dibanding zat besi dari sayuran atau kacang-kacangan. Karena itu, penting memahami bagaimana teh bekerja dalam tubuh dan apakah kebiasaan minum teh setelah makan daging benar-benar perlu dihindari.
Daging adalah sumber zat besi yang penting
Daging, terutama daging merah seperti sapi dan kambing, dikenal sebagai salah satu sumber zat besi terbaik bagi tubuh. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, kamu bisa mengalami anemia yang ditandai dengan mudah lelah, pusing, hingga tubuh terasa lemas.
BACA JUGA:Solusi Efektif Membakar Lemak Perut, Ini Camilan Rendah Kalori Saat Diet Ketat
BACA JUGA:Estetik dan Produktif, Ini 3 Inspirasi Kebun Mentimum Rambat Diatas Kolam Ikan
Zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis, yakni zat besi heme dan zat besi non heme. Zat besi heme banyak ditemukan pada produk hewani seperti daging, ayam, dan ikan, sedangkan zat besi non heme umumnya berasal dari tumbuhan seperti bayam, kacang-kacangan, dan serealia.
Dibanding zat besi non heme, zat besi heme jauh lebih mudah diserap tubuh. Menurut berbagai penelitian, tubuh dapat menyerap sekitar 15–35 persen zat besi heme, sementara zat besi non heme penyerapannya cenderung lebih rendah dan lebih mudah dipengaruhi makanan atau minuman lain.
BACA JUGA:Kulit Makin Muda, Ini Cara Membuat Kolagen untuk Wajah!
BACA JUGA:Door to Door, Penyelidikan Dugaan Penyelewengan DD Digeber Kejari Kepahiang!
Inilah alasan mengapa konsumsi daging sering dianjurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan zat besi, terutama pada kelompok yang rentan anemia seperti ibu hamil, remaja putri, dan orang dengan kadar hemoglobin rendah. Selain kandungan zat besinya lebih tinggi, penyerapan zat besi dari daging juga lebih stabil dibanding sumber nabati.
Daging adalah sumber zat besi yang penting
Daging, terutama daging merah seperti sapi dan kambing, dikenal sebagai salah satu sumber zat besi terbaik bagi tubuh. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, kamu bisa mengalami anemia yang ditandai dengan mudah lelah, pusing, hingga tubuh terasa lemas.
BACA JUGA:Ini Alasan Kenapa Anggaran Rp50 Miliar Pemkab Kepahiang Diblokir!
Kandungan Dalam Teh
Teh mengandung senyawa alami bernama tanin dan polifenol. Senyawa ini dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan sehingga sebagian mineral tersebut menjadi lebih sulit diserap tubuh. Karena itulah, minum teh bersamaan atau sesaat setelah makan sering dikaitkan dengan penurunan penyerapan zat besi.
Namun, efeknya tidak selalu sama pada semua jenis zat besi. Penelitian menunjukkan bahwa tanin dalam teh lebih kuat menghambat penyerapan zat besi heme, yaitu zat besi dari sumber nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, dan serealia.
Sementara itu, zat besi heme dari daging merah, ayam, atau ikan cenderung lebih mudah diserap tubuh dan tidak terlalu terdampak oleh konsumsi teh.
Artinya, bagi orang sehat yang sesekali minum teh setelah makan daging, kebiasaan ini umumnya tidak langsung menimbulkan masalah. Tubuh masih tetap bisa menyerap sebagian zat besi dari daging, terutama karena jenis zat besinya memang lebih mudah diolah oleh tubuh.
BACA JUGA:Belasan Pelajar di Kepahiang Terancam Putus Sekolah!
Kapan Waktu yang Aman Minum Teh
Agar penyerapan zat besi tetap optimal, para ahli umumnya menyarankan untuk memberi jeda waktu antara makan dan minum teh. Jeda sekitar 1–2 jam setelah makan dinilai dapat membantu mengurangi efek tanin dalam menghambat penyerapan zat besi, terutama jika menu makanan mengandung banyak sumber zat besi.
Selain itu, penyerapan zat besi juga bisa dibantu dengan konsumsi makanan kaya vitamin C. Vitamin C diketahui mampu meningkatkan absorpsi zat besi di usus. Karena itu, sebaiknya kombinasikan daging dengan sumber vitamin C seperti jeruk, tomat, stroberi, atau paprika.
BACA JUGA:Gerai Ritel Modern 'Menjamur' Dinas Perdagangan Dorong Dukungan Produk UMKM
Jadi, minum teh setelah makan daging memang dapat memengaruhi penyerapan zat besi, tetapi efeknya tidak sebesar pada sumber zat besi nabati. Orang sehat umumnya tidak perlu terlalu khawatir selama pola makan tetap seimbang dan kebutuhan zat besi tercukupi. Jika ingin lebih aman, cukup beri jeda sebelum minum teh agar tubuh memiliki waktu menyerap zat besi dengan lebih optimal.
Sumber:



