Radarkepahiang.id - Lebaran selalu identik dengan silaturahmi dan hidangan khas yang tersaji di meja tamu. Di antara opor, ketupat, dan rendang, ada satu sajian yang hampir tak pernah absen, kue kering jadul.
BACA JUGA:Mudah Dirawat, Ini 5 Pilihan Bunga Penutup Tanah di Taman yang Cantik
BACA JUGA:Paling Cocok untuk Buka Puasa, Ini Ide Menu Takjil Kekinian
Deretan toples bening berisi kue klasik seolah menjadi penanda bahwa Hari Raya benar-benar telah tiba. Dalam buku Pangan Nusantara karya Murdijati Gardjito dijelaskan bahwa tradisi menyajikan kue kering saat Idul Fitri berkembang dari budaya menjamu tamu sebagai bentuk penghormatan.
1. Lidah Kucing, Si Tipis Renyah yang Legendaris
Kue lidah kucing dikenal dengan bentuknya yang pipih dan memanjang. Teksturnya tipis serta renyah dengan cita rasa manis ringan.
Perpaduan mentega, gula halus, dan putih telur menjadi kunci kerenyahannya. Meski kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat atau keju, versi klasik tetap menjadi primadona karena menghadirkan rasa nostalgia yang kuat.
BACA JUGA:Simple 3 Bahan Saja, Ini 5 Ide Menu Sahur yang Cepat, Lezat dan Penuh Energi untuk Puasa
BACA JUGA:Tes Urine 15 Remaja yang Diamankan Polres Kepahiang, 4 Positif Psikoaktif!
2. Kembang Goyang, Warisan Tradisi Betawi
Kembang goyang identik dengan bentuknya yang menyerupai bunga dan tekstur renyah. Nama “goyang” berasal dari proses pembuatannya yang menggunakan cetakan khusus yang digoyangkan dalam minyak panas.
3. Kue Jahe, Hangat dan Sarat Makna
Kue jahe memiliki aroma rempah yang kuat dan sensasi hangat saat disantap. Jahe dalam tradisi Nusantara kerap digunakan sebagai simbol kehangatan dan kesehatan.