BERBEDA! Ini Jadwal Puasa Ramadhan 2024 Menurut Muhammadiyah dan NU

Selasa 05-03-2024,14:38 WIB
Reporter : Dicky Pratama
Editor : Hendika

BERBEDA! Ini Jadwal Puasa Ramadhan 2024 Menurut Muhammadiyah dan NU

RK ONLINE - Pada tahun 2024, penentuan awal bulan puasa Ramadhan menjadi perhatian utama bagi umat Muslim di Indonesia. Menurut Muhammadiyah, penentuan waktu penting ini telah diumumkan sejak awal Januari 2024. Dalam pengumuman resmi, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1445 H jatuh pada tanggal 11 Maret, sedangkan Idul Fitri 1 Syawal pada tanggal 10 April.

BACA JUGA:Gunakan Metode Ini Saat Puasa, Trik Jitu Mengalahkan Hawa Nafsu Menurut Islam

Informasi ini disampaikan oleh Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, dalam sebuah konferensi pers di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta. Metode penetapan ini dilakukan menggunakan Hisab Wujudul Hilal Hakiki.

 

Sementara itu, Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan potensi perbedaan dalam penentuan awal Ramadhan 1445 H. Menurut NU Online, berdasarkan sistem rukyatul hilal, posisi hilal tak mungkin dapat di-rukyat pada 29 Sya'ban 1445 H atau 10 Maret 2024. Oleh karena itu, diperkirakan 1 Ramadhan 1445 H bertepatan dengan 12 Maret 2024.

BACA JUGA:Tips Menurunkan Berat Badan Saat Puasa Ramadhan Menurut Ahli Gizi

Pemerintah pun mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah dan toleransi dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan waktu puasa. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 1 Tahun 2024 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

 

Kriteria Baru Penentuan Awal Bulan Puasa

Kementerian Agama juga mengumumkan adanya kriteria baru dalam menentukan awal puasa 1 Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal. Kriteria ini merupakan hasil kesepakatan sejumlah Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

BACA JUGA:Peserta Wajib Puasa 10 Jam Sebelum Tes Kesehatan CPNS Kejaksaan 2023, Perhatikan Kembali Aturannya!

Sebelumnya, Indonesia menggunakan kriteria berdasarkan tinggi minimal 2 derajat dan elongasi minimal 3 derajat serta umur bulan minimal 8 jam. Namun, dengan kriteria baru, tinggi hilal minimal menjadi 3 derajat dan elongasi minimal menjadi 6,4 derajat.

 

Keputusan ini diambil setelah pertemuan MABIMS pada 2012 untuk mengkaji ulang cara menentukan awal bulan hijriah, dengan mempertimbangkan aspek syariah, sosiologis, dan psikologis.

Kategori :