Ribuan Peserta Ikuti Lomba Lato-lato HUT Kota Bengkulu

Senin 13-03-2023,11:47 WIB
Reporter : Gatot Julian
Editor : Andi Jamhari

RK ONLINE - Saat ini siapa yang tidak mengenal dan mengetahui lato-lato, yakni permainan viral yang digandrungi hampir semua masyarakat baik anak-anak hingga orang tua. Oleh Pemerintah Kota (Bengkulu) permainan ini dijadikan bermanfaat dan bernilai positif dengan  melaksanakan lomba lato-lato untuk kalangan masyarakat Kota Bengkulu, Minggu (12/3) di di Kota Merah Putih, Kelurahan Pekan Sabtu.

 

Lomba lato-lato sambil berzikir dan berselawat ini  dilaksanakan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bengkulu yang ke-304. Antusiasme masyarakat Kota Bengkulu mengikuti kegiatan ini terlihat dari ribuan peserta dari para pelajar mulai dari SD hingga  SMP memadati lokasi perlombaan.

 

Walikota Bengkulu, H. Helmi Hasan, SE menyampaikan apresiasi  karena perlombaan lato-lato yang dilaksanakan dalam menyambut hari jadi Kota Bengkulu ke-304 tahun pada 17 Maret mendatang ini menarik antusias para pelajar. Ia juga menyebut dilaksanakan lomba lato-lato karena banyak anak-anak yang menyukainya, sehingga permainan ini dikemas dalam bentuk lomba yang menjadi ladang ibadah karena saat bermain diiringi dzikir dan salawat.

 

"Permainan lato-lato yang katanya sia-sia dan banyak orang yang memarahi serta melarang, oleh Pemerintah Kota Bengkulu justru kita jadikan kegiatan yang punya nilai ibadah, dengan bermain lato-lato ditambah dengan dzikrullah, insyaallah permainan tadi akan mendapat ridho Allah,” kata Helmi Hasan.

 

BACA JUGA:Sambut Hari Jadi, Per 1 Maret OPD Diminta Pasang Umbul-Umbul

 

Ia menyebut, selain menyenangkan lomba lato-lato harus bernilai ibadah, sehingga  permainan tersebut tak akan sia-sia. Untuk itu, dirinya mengajak semua pihak untuk tidak cepat menilai negatif terhadap sesuatu. 

 

“Permainan yang menyenangkan bagi anak-anak dan sebagian besar masyarakat ini dibuat bukan hanya menyenangkan tetapi juga bernilai ibadah. Maka dari itu, pemerintah mengajak kita bersama-sama untuk tidak selalu memandang sesuatu itu tidak baik," ujar Helmi Hasan.

 

Dalam perlombaan lato-lato ini ada beberapa kategori penilaian dari para juri yakni ketahanan bermain  dimana peserta diwajibkan memainkan lato-lato sesuai waktu ditentukan juri selama 10 menit, selain itu juga dinilai gaya bermain serta penilaian lantunan dzikir dan salawat. (gju)

Kategori :