Bengkulu Perkuat Peringatan Dini Kebencanaan, Siaga Hadapi Ancaman Megathrust
Apel Gelar Pasukan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Megathrust Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Tahun Anggaran 2026 di MD Land Bengkulu, Jumat 17 April 2026.--Gatot/RK
Radarkepahiang.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi gempa megathrust. Komitmen tersebut ditegaskan melalui partisipasi Apel Gelar Pasukan Latihan Kesiapsiagaan Operasional Bencana Megathrust Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Kogabwilhan I) Tahun Anggaran 2026 di MD Land Bengkulu, Kota Bengkulu pada Jumat, 17 April 2026.
Apel gabungan ini jadi pembuka rangkaian simulasi bencana megathrust yang melibatkan personel dari berbagai lembaga. Tujuannya sederhana tapi krusial, memastikan semua pihak siap bergerak cepat, tepat, dan terstruktur begitu skenario darurat benar-benar terjadi.
Begitu apel dimulai, seluruh personel langsung diarahkan ke titik kumpul yang sudah ditentukan. Langkah ini untuk menguji seberapa cepat respons di lapangan dan seberapa solid koordinasi lintas sektor saat krisis.
BACA JUGA:Kalah dari Riau, Harga Sawit Bengkulu Dipatok Rp3.463 per Kg
Panglima Kogabwilhan I, Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, menyebut jika pelaksanaan latihan ini penting untuk menyempurnakan sistem penanganan bencana yang terintegrasi.
"Latihan ini untuk menyinkronkan sekaligus melengkapi standar operasional prosedur agar semakin matang, terutama dalam menghadapi situasi bencana yang menuntut kemandirian daerah," kata Letnan Jenderal TNI Kunto.
Ia juga menekankan kesiapan tidak boleh setengah-setengah. Mulai dari perencanaan, prosedur penanganan, sampai ketersediaan alat di lapangan harus benar-benar siap.
"Semua harus benar-benar siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana," ujarnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni menambahkan, kesiapsiagaan Bengkulu terus didorong bersama TNI lewat sistem komando terpadu.
"Kesiapan kita mencakup seluruh tahapan, mulai dari prabencana hingga pascabencana, dalam satu sistem yang terintegrasi dan solid,” jelas Herwan.
Provinsi Bengkulu sendiri memang masuk zona rawan. Potensi gempa megathrust di wilayah ini bisa mencapai magnitudo di atas 8,9. Karena itu, penguatan sistem peringatan dini jadi prioritas.
"Saat ini sudah ada lima sirene Early Warning System yang aktif. Ke depan masih perlu ditambah biar jangkauannya lebih merata, terutama di wilayah pesisir," ungkap Herwan.
Selain menambah sirene, Pemprov Bengkulu juga terus membenahi jalur evakuasi dan mendorong pembentukan desa tangguh bencana. Tujuannya agar masyarakat lebih siap dan tidak panik saat potensi bencana datang.
Pelaksanaan kegiatan latihan keaiapsiagaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan koordinasi antarlembaga dalam menghadapi skenario kedaruratan secara cepat, tepat, dan terstruktur.
Sumber:




