TERUNGKAP! Ini Alasan Kades Kampung Bogor Pilih Bungkam Soal OTT Fee Proyek, Diduga Ada Koordinatornya

TERUNGKAP! Ini Alasan Kades Kampung Bogor Pilih Bungkam Soal OTT Fee Proyek, Diduga Ada Koordinatornya

Alasan Kades Kampung Bogor, Subandi pilih bungkam terkait kasus OTT fee proyek irigasi BBWSS VIII akhirnya terungkap/Foto: Kades Kampung Bogor, Subandi saat beraktivitas di kantor desa--Radarkepahiang.id

TERUNGKAP! Ini Alasan Kades Kampung Bogor Pilih Bungkam Soal OTT Fee Proyek, Diduga Ada Koordinatornya

RK ONLINE - Bersama 5 Kades lainnya, Kades Kampung Bogor, Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Subandi disebut-sebut menjadi salah satu Kades di Kepahiang yang terlibat dalam kasus OTT fee proyek irigasi BBWSS VIII Sumsel yang sebelumnya sempat heboh. 

Seolah-olah mengelak dari pertanyaan saat dikonfirmasi, Kades Kampung Bogor ini memilih untuk bungkam dan lebih banyak diam ketimbang memberikan keterangan terkait kasus OTT fee proyek yang sebelumnya, resmi menyeret ASN Kepahiang berinisial KA dan rekannya FE, seorang tenaga ahli anggota DPR RI ini.

BACA JUGA:Cek Segera, Bocoran Formasi CPNS Kejaksaan Agung RI 2023 Berikut Syarat Pendaftarannya

Padahal saat kasus OTT ASN Kepahiang di Desa Pagar Gunung, Kecamatan Kepahiang ini berlangsung, Subandi yang masih berstatus sebagai Kades aktif Desa Kampung Bogor ini disebut-sebut juga berada di lokasi bersama 5 Kades lainnya. 

 

Bungkamnya memberikan keterangan yang valid, Subandi yang semula diharapkan dapat menjawab dan penjelasan yang sebenarnya terkait kasus OTT fee proyek irigasi ini malah memilih untuk tutup mulut. 

 

Kepada wartawan Radarkepahiang.id, Subandi yang disinggung terkait kasus OTT fee proyek BBWSS ini mengaku enggan berkomentar banyak lantaran takut salah berucap atau memberikan statemen. Sebab menurutnya, saat ini para Kades yang terlibat dalam OTT fee proyek irigasi BBWSS VIII ini, sepenuhnya telah menyerahkan hak jawab kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang sebelumnya sudah ditunjuk.

 

"Sudah ada LBH, LBH nya dari Kepahiang ini juga," ujar Subandi.BACA JUGA:Tembus 7.846 Posisi, Simak Daftar Lengkap Formasi CPNS Kejaksaan Tahun 2023

Namun yang lebih menariknya lagi, Subandi yang dikonfirmasi secara tidak langsung mengakui jika dalam kasus ini, diduga kuat ada sosok koordinator yang berperan mengkoordinir dirinya dan 5 Kades lainnya. Sebab menurut saat itu Subandi mengakui jika ketidakkuasaan dirinya untuk memberikan hak jawab, bukan tanpa alasan. 

 

Dijelaskannya kalau dalam kasus OTT fee proyek irigasi BBWSS VIII ini, dirinya hanya berperan sebagai seorang penumpang. Maka dari itu Subandi mengaku jika yang paling berkompeten memberikan jawaban dalam kasus OTT ini adalah seorang sopir yang diduga kuat, berperan sebagai koordinator mereka.

Sumber: