Tiap Tahun Meningkat, Desa Ini Potong Sapi, Kerbau dan Kambing

Tiap Tahun Meningkat, Desa Ini Potong Sapi, Kerbau dan Kambing

Salah satu hewan kurban berupa kerbau sudah sampai di halaman Masjid Al- Ikhlas Desa Suka Merindu.--Arga Putra

RK ONLINE - Semangat untuk berkurban warga Desa Suka Merindu dari tahun ke tahun terus meningkat. Tercatat di meja panitia  sebanyak 10 ekor hewan kurban siap dilakukan pemotongan oleh panitia.

Dari 10 hewan kurban tersebut yakni 7 ekor sapi, 1 ekor Kerbau dan 2 ekor kambing. Tempat pemotongan hewan berbeda- beda tempat yakni Masjid Al-Iklas 5 ekor sapi, 1 ekor  Kerbau dan 1 ekor kambing. Untuk ditempat lainnya yakni Musolah Al- Amin serta rumah pribadi 1 ekor sapi.

Kades Suka Merindu Saepudin Juhri  merasa bangga dan gembira atas kesadaran masyarakat yang meningkat dalam berkurban.

“Alhamdulillah masyarakat semakin lama semakin menyadari tentang pentingnya berkurban. Saya tidak menyangka, jumlah hewan kurban tahun ini meningkat drastis,” katanya.

Dijelaskan Saepudin, penyembelihan hewan kurban di bagi tiga tempat yakni Masjid, Musolah dan Rumah pribadi. Untuk yang di Masjid Al-  Ikhlas ini hewan kurban dari arisan dan tabungan masyarakat.

BACA JUGA:Bukan Hanya Mobil Mewah, Uang Barang Bukti OTT ASN PMD Kepahiang Mencapai Ratusan Juta!

Ditahun 2022 sudah membentuk panitia kurban, dengan panitia kurban masyarakat melakukan kegiatan pengumpulan pembelian hewan kurban tersebut selama 1 tahun. Tabungan dan arisan anggota kurban. Setiap satu orang Rp 2,5 juta dengan 1 ekor sapi 7 orang.

"Mungkin kesadaran masyarakat kita  mulai meningkat dan melalui tabungan yang terasa ringan. Untuk itu juga desa kita ada panitia penagihan peranggota setiap bulannya selama 10 bulan.

Dengan jumlah Rp 250 ribu perbulan/ anggota. Alhamdulillah tahun ini ( red, 2023 ) sangat meningkat antusias berkurbanya, karena sistem cicilan terasa ringan untuk berkurban didapat kurban jumlah banyak ini.

Lanjut Saepudin sistem arisan 21 anggota  untuk 3 tahun seandainya harga sapi 15 juta oleh orang yang 21 maka orang giliran berikutnya. Rata- rata  masyarakat ekonomi menengah.

BACA JUGA:Gegara Ini, 12 Jemaah Haji Kepahiang Terancam Batal Melempar Jumrah

Terasa kebersamaan dan semangat berkurban. "Harapan kita dengan arisan berkurban pertama masyarakat merasa ringan dengan sistem cicilan.

Lebih meningkat lagi keimanan dan keislaman nya serta kekeluargaan yang lebih tinggi nilainya. Semangatnya berkurban lebih meningkat paling tidak dipertahankan untuk berikutnya," tutup Saepudin.

Sumber: