Desa Dekat Kantor Bupati Ini Punya Potensi Wisata Pemandian Air Panas, Tapi...

Desa Dekat Kantor Bupati  Ini Punya Potensi Wisata Pemandian Air Panas, Tapi...

Sekdes Pelangkian H.Ersaloni--Arga Putra

RK ONLINE - Sekretaris Desa Pelangkian, H Ersaloni menyebutkan adanya potensi wisata air panas di Desa Pelangkian Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.

Hanya saja potensi itu belum bisa dikembangkan agar benar-benar optimal dijadikan objek wisata baru di Kepahiang.

“Kami dari desa sudah mensurvei adanya sumber air panas bumi tersebut dan kami yakin lambat laun nantinya akan  jadi destinasi wisata baru. Terlebih lagi jaraknya tak jauh dari Kantor Bupati Kepahiang,” kata Ersa.

Ia menjelaskan, obyek wisata itu akan diminati dan banyak pengunjungnya apabila dikelola dengan baik. Hanya saja karena keterbatasan anggaran pemerintah desa sehingga belum bisa berbuat banyak untuk membuat sumber air panas bisa dikelola.

“Jika benar -benar dikelola dan ditata serta dibangun fasilitas penunjang lainya, maka bisa menjadi PAD (Pendapatan Asli Desa) baru yang menguntungkan untuk desa. Karena ketersediaan anggaran kami tidak bisa ke sana ya mau bagaimana lagi. Saya yakin antusias masyarakat di pemandian air panas itu cukup banyak kalaulah itu dikelola nantinya, " terang Sekdes.

Sebagai contoh, lanjutnya, pemandian air panas Suban di Rejang Lebong selalu dipadati wisatawan, terlebih lagi saat hari libur.

“Coba saja lihat pas libur akhir pekan, banyak wisatawan rombongan keluarga datang ke pemandian air panas. Apa lagi kalau ada di Kepahiang, itu akan jadi daya tarik dan lebih dekat dari Bengkulu,” sambungnya.

BACA JUGA:Jamaah Haji Kepahiang Banyak Yang Dehidrasi, Ini Penyebabnya!

Ia menambahkan, Kabupaten Kepahiang memiliki banyak potensi sumber air panas alami, selain di Pelangkian, ada pula di Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi dan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Hitam Kecamatan Kabawetan.

"Harapan kita kedepan Sumber air panas ini bisa menjadi objek wisata baru di Kepahiang khususnya desa Pelangkian. Karena terletak sangat dekat tinggal lagi  bagaimana kedepannya apakah Pemda atau desa yang mengelolanya " tutupnya.

Sumber: