Bansos Banyak Tak Tepat Sasaran, Ini Strategi Rosjonsyah

Bansos Banyak Tak Tepat Sasaran, Ini Strategi Rosjonsyah

DOK/RK : SAMBUTAN : Wakil Gubernur Bengkulu Dr. H. Rosjonsyah, S.Ip, M.Si saat menyampaikan sambutan dalam kunjungannya di Kabupaten Lebong kemarin (24/8).--

RK ONLINE - Program bantuan sosial  (bansos) yang bersumber dari Kementerian Sosial (Kemensos) sejauh ini masih dianggap banyak yang belum tepat sasaran. Sementara disisi lain, masyarakat yang layak justru tak mendapatkan bantuan. Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bengkulu Dr. H. Rosjonsyah, S.IP, M.Si dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lebong, Rabu (24/8).

"Saya sudah turun langsung dan kita temukan itu. Ada kemungkinan data lama yang belum dimuktahirkan sehingga masih banyak bantuan yang tidak tepat sasaran, " kata Rosjonsyah.

Selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPK) Provinsi Bengkulu, mantan bupati Lebong dua priode tersebut memiliki dua strategi agar program pengentasan kemuskinan tersebut bisa berjalan dengan baik. Pertama Pemkab Lebong diminta untuk membuat pos penjagaan sosial masyarakat sebagai wadah aduan masyarakat dengan sistem online. Kedua, setiap pemerintah desa/kelurahan membentuk tim khusus yang melakukan pendataan ulang penerima program-program bansos.

"Data itu sampaikan ke Bengkulu. Saya akan bawa ke Kemensos agar data orang kaya yang masih menerima bansos agar bisa dihapus dari daftar penerima, " lanjutnya.

 

BACA JUGA:Siapkan Rp 250 Juta Bansos Warga Sakit

 

Lebih jauh dikatakan Rosjonsyah, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lebong sendiri saat ini sudah dibawah rata-rata,  tepatnya 4 terendah se-Provinsi Bengkulu. Menurutnya salah satu upaya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat adalah infrastruktur yang memadai. Hanya saja kondisinya saat ini, akibat pandemi Covid-19 mempengaruhi kondisi keuangan setiap pemerintah daerah. 

Program lainnya yang dinilai bisa mengurangi angka kemiskinan adalah program bedah rumah. Program yang mencakup sanitasi hingga penerangan ini dinilai bisa menjadi motivasi tersendiri dalam merubah masyarakat yang pasif menjadi aktif. 

"Memberikan program jaminan kesehatan juga bisa mendorong agar masyarakat bisa lebih produktif, " demikian Rosjonsyah.

Sumber: