Camat dan Lurah Cukup 2-3 Jam Duduk di Belakang Meja, Harus Sering ke Lapangan

Camat dan Lurah Cukup 2-3 Jam Duduk di Belakang Meja, Harus Sering ke Lapangan

BENGKULU – Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan kepada seluruh camat dan lurah se-Kota Bengkulu untuk lebih aktif di lapangan daripada duduk di kantor. Dedy minta camat dan lurah sering menemui masyarakat. Ini disampaikan Dedy saat menghadiri acara penyerahan bantuan operasional (BOP) ketua RT, LPM, ketua adat dan linmas sekaligus pembinaan perangkat kelurahan di kantor lurah Pasar Baru, Senin (4/10/2021). Dedy mengatan camat dan lurah jangan seharian full berada di kantor atau hanya duduk di belakang meja saja. Camat dan lurah harusnya sering ke lapangan menemui masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka. “Kalau lurah dari pagi sampai sore di kantor saja itu bukan lurah namanya. Perbanyaklah ke lapangan. Waktu di kantor itu cukup 2-3 jam saja. Karena jadi lurah dan camat itu bukan cuma duduk belakang meja tapi mereka adalah orang lapangan. Harus sering turun menemui masyarakat. Sering sering ketemu masyarakat,” ujar Dedy. Dikatakan Dedy, kalau lurah sering menemui masyarakat dan menerima aspirasi langsung dari warga maka tidak akan ada warga yang langsung wa atau nelpon walikota dan wakil walikota. “Kalau kita sering ketemu masyarakat dan terima aspirasi masyarakat tidak akan ada warga yang langsung wa atau nelpon walikota. Memang kami membuka diri ke masyarakat dengan menyebarkan nomor HP tapi juga kami sortir,” kata Dedy. Hadir dalam kesempatan itu Sekcam Teluk Segara Karnadi dan lurah Pasar Baru Anshar Amin. Dedy juga mengapresiasi lurah Pasar Baru karena berdasarkan laporan dari warga yang ia terima bahwa lurah sering membesuk warganya yang sakit. Ini tentu harus dicontoh oleh lurah yang lainnya “Saya apresiasi karena saya dapat laporan dari warga bahwa lurah sering dan hampir setiap hari membesuk warganya yang sakit. Bahkan sampai menyuapi warganya yang sakit,” ujar Dedy.   (Release/MC Kota Bengkulu)

Sumber: