Pemdes Weskust Dirikan Posko Satgas Pencegahan Covid-19

Pemdes Weskust Dirikan Posko Satgas Pencegahan Covid-19

RK ONLINE - Sejumlah desa di Kabupaten Kepahiang melakukan upaya pencegahan penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Mulai dari penyemprotan disinfekatan, Sosialisasi , pembagian disinfektan gratis, pendataan hingga membentuk Satuan Tugas (Satgas ) dan mendirikan Posko guna pencegahan penyakit pandemi tersebut.

Posko yang rencana nantinya akan di resmikan bupati kepahiang itu mulai menyiapkan segala persiapan. Salah satu desa di Kecamatan Kepahiang, Kabupaten Kepahiang yakni Desa Weskust mendirikan Posko Satgas pencegahan Covid-19. Posko yang berlokasikan di jalan lintas Weskust - Sidodadi tepatnya di dekat jembatan perbatasan desa.

Satgas Covid-19 Desa Weskust terdiri dari perangkat desa, BPD, Linmas, Bidan Desa, Karang Taruna, Pendamping desa dengan mitra kerja Bhabinkatibmas, Babinsa serta Dinas Kesehatan. Baca Juga : Pemdes Pagar Gunung Bagikan Alat Seprot dan Disinfektan kepada Masyarakat

Ditemui Kepala Desa Weskust Aristiwan di posko Satgas Covid-19 mengatakan, saat ini mungkin Desa Weskust satu -satunya desa di Kabupaten Kepahiang yang memiliki posko Satgas Covid-19. Pihaknya mendirikan posko satgas Covid-19 di pintu masuk dan perbatasan desa yang dijaga Satgas 24 jam penuh.

"Malam harinya dijaga Linmas piket gantian tiap malamnya. Terkait pelayanan kepada masyarakat yang di laksanakan posko Satgas untuk saat ini, warga yang masuk akan melewati posko. Karena mulai hari ini posko mulai diaktifkan," katanya, Rabu (08/04/2020).

Dia mengungkapkan, kalau pun pandemi Covid-19 berlangsung lama pemerintah daerah harus memberikan perhatian khusus dan mempunyai kebijakan untuk penambahan anggaran khusus pencegahan penyebaran virus corona. "Bencana wabah ini tidak kita inginkan namun  kita harus tanggap dan respon dalam penangananya. Makanya kita juga meminta kepada dinas terkait, pihak desa mengusulkan salah satu petugas medis bisa standbay di posko Satgas Covid 19 desa Weskust," terangnya.

Ditambahkan, untuk perantau yang datang akan didata dan diarahkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Jika mengeluh sakit, segera lapor ke puskesmas terdekat. "Setiap harinya armada pengangkut air mineral masuk ke desa dan akan kita cek setiap masuk. Setidaknya langkah ini memutus mata rantai penyebaran virus corona," pungkasnya. Pewarta : Suhaimi Arga Putra  Editor     : Candra Hadinata 

Sumber: