Disway banner

Peduli Pendidikan, Kajari Kepahiang Wajibkan 105 Desa Data Anak Putus Sekolah

Peduli Pendidikan, Kajari Kepahiang Wajibkan 105 Desa Data Anak Putus Sekolah

Peduli Pendidikan, Kajari Kepahiang Wajibkan 105 Desa Data Anak Putus Sekolah--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Tak hanya fokus pada penanganan perkara korupsi dan penanganan hukum lainnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kepahiang peduli pada sektor pendidikan. Ini guna meningkatkan kesetaraan sosial masyarakat, Kajari Kepahiang Bagus Nur Jakfar Adi Saputro, SH MH mewajibkan 105 desa yang ada di Kabupaten Kepahiang mendata jumlah anak-anak putus sekolah.

BACA JUGA:Terbukti Membayar, Ini Game Kasir Penghasil Uang Saldo DANA

 BACA JUGA:5 Ide Kebun Buah Vertikal di Teras, Konsep Kebun Modern dan Produktif

Tujuannya, anak-anak yang putus sekolah diharapkan mendapatkan hak-haknya di masa depan. Rata-rata desa diminta mendata 10 hingga 20 anak putus sekolah yang nantinya didaftarkan ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat atau PKBM, sehingga mereka dapat melanjutkan pendidikan dan ijazah setara lembaga pendidikan.

 

Menurut Kajari, di Kepahiang banyak terdapat PKBM yang memberikan fasilitas layanan pendidikan non formal, dengan PKBM anak-anak putus sekolah mendapatkan ijazah setara paket A, B, dan C serta ditambah adanya keterampilan khusus.

BACA JUGA:Inovasi Sehat untuk Keluarga, Ini Resep Bubur Sumsum Santan tapi Tetap Gurih

BACA JUGA:Turunkan Demam Panas Anak Ternyata Cukup Gunakan Bahan Almi Ini

"Saya nantinya akan langsung ke desa-desa untuk mendata anak-anak yang putus sekolah, desa juga wajib mendukung ini agar ke depan anak-anak kita mendapatkan hak mereka dimasa depan," sampai Kajari.

 

PKBM yang ada di Kabupaten Kepahiang, dikatakan Kajari nantinya diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan inovasi keterampilan. Berbagai keterampilan praktis pada naik, baik hard skill maupun soft skill, melalui program pendidikan nonformal yang fleksibel.

BACA JUGA:Tetap Cantik dan Nyaman, Ini 5 Inspirasi Rumah di Desa Tanpa Pagar

BACA JUGA:5 Jenis Budidaya Sayur Panen Tiap Bulan, Mudah Perawatan dan Laris di Pasaran

"PKBM juga fokus pada pengembangan potensi diri, wirausaha, kreativitas dan literasi teknologi, serta pendidikan kesetaraan untuk anak yang putus sekolah. Dengan meningkatkan kompetensi maka saya yakin PKBM akan mendapatkan nilai plus," jelas Kajari.

Sumber: