BPS Catat Pengangguran Bengkulu Turun Tipis, Pekerja Informal Justru Naik
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME--GATOT/RK
Radarkepahiang.id – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Bengkulu menunjukkan tren penurunan meski belum signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat TPT Februari 2026 Bengkulu sebesar 3,23 persen, turun 0,01 persen poin dibanding Februari 2025 yang berada di angka 3,24 persen.
Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Ir. Win Rizal, ME, mengatakan jika penurunan itu terlihat dari berkurangnya jumlah pengangguran secara absolut.
"Jumlah pengangguran turun dari 36.992 orang pada Februari 2025 menjadi 36.748 orang pada Februari 2026. Artinya ada penurunan 244 orang," jelas Win Rizal.
Penurunan terjadi karena sebagian besar tambahan angkatan kerja berhasil terserap pasar kerja. Meski begitu, BPS mencatat fenomena lain, proporsi pekerja informal justru meningkat. Pada Februari 2025 pekerja informal tercatat 62,78 persen, naik menjadi 63,83 persen pada Februari 2026.
BACA JUGA:Ekonomi Bengkulu Triwulan I 2026 Tumbuh 4,72 Persen, Akomodasi dan Jasa Keuangan Jadi Penopang
Di sisi lain, jumlah penduduk bekerja justru mengalami penurunan dalam setahun terakhir. Dari 1.105.046 orang pada Februari 2025 menjadi 1.100.350 orang pada Februari 2026.
Jika dilihat per sektor, lapangan usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja Februari 2026 masih didominasi Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 46,61 persen. Disusul Perdagangan Besar dan Eceran 15,44 persen, serta sektor Pendidikan 6,11 persen.
Sementara sektor dengan serapan tenaga kerja paling kecil adalah Pengadaan Listrik dan Gas 0,06 persen, Real Estat 0,19 persen, dan Informasi dan Komunikasi 0,22 persen.
BACA JUGA:Tembus 100 Persen UHC, Bengkulu Perkuat Komitmen Bayar Iuran BPJS Tepat Waktu
Win Rizal menambahkan, tingkat pendidikan turut memengaruhi kondisi ketenagakerjaan di Bengkulu. Pengangguran Februari 2026 didominasi lulusan Diploma I/II/III sebesar 5,11 persen, lulusan SMA 4,94 persen, dan SMK 3,89 persen.
"Sebaliknya, penduduk bekerja paling banyak adalah tamatan SD ke bawah 32,87 persen, kemudian SMA 24,52 persen, dan SMP 17,46 persen. Polanya masih sama dengan tahun lalu," ujarnya.
Berdasarkan data BPS yang ada, memberi sinyal bahwa meski angka pengangguran di Bengkulu turun, tantangan ketenagakerjaan di daerah tersebut masih besar. Naiknya pekerja informal dan dominasi lulusan SD di pasar kerja menunjukkan perlunya peningkatan kualitas SDM serta penciptaan lapangan kerja formal yang lebih banyak agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Sumber:




