Soal Pungli Uang Kebersihan di Perbatasan Kepahiang, Ini Jawaban DLH Kepahiang!

Soal Pungli Uang Kebersihan di Perbatasan Kepahiang, Ini Jawaban DLH Kepahiang!

Soal Pungli Uang Kebersihan di Perbatasan Kepahiang, Ini Jawaban DLH Kepahiang!--Jimmy Mayhendra

Soal Pungli Uang Kebersihan di Perbatasan Kepahiang, Ini Jawaban DLH Kepahiang!

RK ONLINE - Menanggapi informasi terkait praktik Pungutan Liar (Pungli) di perbatasan Kepahiang - Bengkulu Tengah (Benteng). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kepahiang memastikan bahwa pihaknya tidak pernah menempatkan pasukan kuning untuk bertugas di perbatasan dan menarik retribusi di lokasi tersebut.

Kabid Kebersihan DLH Kabupaten Kepahiang, Triswahyudi menuturkan bahwa untuk petugas parkir di perbatasan Kepahiang - Benteng yang diduga Pungli dengan alasan kebersihan di lokasi setempat, dipastikan bukanlah bagian dari DLH Kabupaten Kepahiang.

BACA JUGA:TERUNGKAP! Ini Identitas Sementara Pelaku Pungli Viral di Perbatasan Kepahiang

"Kami pastikan bahwa yang bersangkutan bukan petugas kami, kami tidak menempatkan pasukan kuning di perbatasan Kepahiang - Benteng," ujar Triswahyudi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa, petugas kebersihan atau pasukan kuning yang benar-benar merupakan bagian dari DLH Kabupaten Kepahiang hanya ditugaskan untuk membersihkan pusat kota saja. Terlebih lagi, petugas yang berasal dari DLH juga dibekali oleh seragam berwarna kuning.

BACA JUGA:Waspada Kecelakaan, Begini Peringatan Kapolsek Kabawetan dan Pengelola Objek Wisata di Kepahiang

"Untuk pasukan kuning hanya ditugaskan untuk membersihkan pusat kota saja, tidak sampai ke perbatasan," lanjutnya.

Sebelumny diberitakan bahwa Dugaan praktik Pungutan Liar (Pungli) di perbatasan Kepahiang - Bengkulu Tengah masih menjadi perbincangan hangat masyarakat. Bagaimana tidak, tarif Rp 20 ribu yang katanya untuk kepentingan kebersihan dan parkir per 1 kendaraan, dianggap sangat menyusahkan masyarakat terutama pengunjung yang hanya ingin beristirahat sejenak.

Meskipun sempat diburu oleh Satgas Saber Pungli Kepahiang, namun pelaku Pungli yang sempat viral di jagat maya tersebut masih sempat kabur dan menghilang tanpa jejak. Kendati demikian, saat ini Radarkepahiang.id telah mendapatkan secercah informasi terkait identitas pelaku Pungli tersebut.

BACA JUGA:Di Perbatasan, Pelaku Praktik Pungli Viral Digrebek Satgas Saber Pungli!

Berdasarkan informasi yang kami himpun, pelaku Pungli Viral tersebut berinisial ZU alias LI. Diduga kuat, pelaku Pungli ini merupakan salah satu warga yang berdomisili di Kabupaten Benteng.

"Pelaku Pungli yang fotonya sempat viral kemaren itu namanya ZU alias LI (inisial), warga Kabupaten Benteng," ujar sumber Radarkepahiang.id.

Sekedar mengulas kembali, Satgas Saber Pungli Kepahiang gerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait adanya aktivitas Pungutan Liar (Pungli) di perbatasan Kepahiang - Bengkulu Tengah (Benteng). Namun sayangnya, diduga usai viral dan menjadi bahan gunjingan masyarakat Kabupaten Kepahiang, oknum pelaku Pungli yang menarik tarif sebesar Rp 20 ribu bagi pengunjung itu sudah kabur dan menghilang tanpa jejak.

BACA JUGA:Di Perbatasan, Pelaku Praktik Pungli Viral Digrebek Satgas Saber Pungli!

Kapolres Kepahiang, AKBP. Eko Munaryanto, S.IK melalui Waka Polres Kepahiang yang bertindak selaku Ketua Satgas Saber Pungli, Kompol Andi Kadesma, SH, S.IK didampingi Kabag Log yang bertindak sebagai Anggota Satgas Saber Pungli, Kompol. Ummar Fatah, MH menuturkan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran langsung ke perbatasan Kepahiang - Benteng sejak 2 hari yang lalu namun sampai detik ini, oknum petugas yang viral tersebut beserta rombongannya tidak ditemukan.

"Sejak 2 hari yang lalu kami sudah check ke lokasi, sayangnya oknum petugas yang viral tersebut beserta rombongannya tidak ditemukan," ujar Ummar.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pihaknya tetap akan memantau situasi perbatasan Kepahiang - Benteng dan sekitarnya untuk memastikan aksi Pungli tidak terjadi di Kabupaten Kepahiang ini.

"Tetap kita pantau, jangan sampai praktik Pungli merajalela di Kabupaten Kepahiang ini," singkatnya.

Sumber: