Terungkap! Menteri BUMN Beberkan Penyebab Tingginya Polusi Udara di DKI Jakarta

Terungkap! Menteri BUMN Beberkan Penyebab Tingginya Polusi Udara di DKI Jakarta

Mentri bumn ungkap penyebab terjadinya polusi buruk di jakarta/---antaranews.com

 

Erick Thohir juga berpendapat bahwa inovasi Indonesia tidak hanya untuk kepentingan domestik, tetapi juga harus berskala global. Salah satu upaya yang sedang ditempuh adalah mengembangkan industri gula dalam rangka produksi biofuel untuk kendaraan.

 

"Kita itu bukan negara yang swasembada BBM lagi, itu 80-an. Artinya industri gula yang hari ini lebih banyak impor daripada produksi harus kita lawan ke depan, harus kita ubah. Masa impor gula terus," tandasnya.

 

Di sisi lain, dampak buruk kualitas udara di Jakarta juga mempengaruhi kesehatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, Jokowi telah mengalami batuk selama empat minggu terakhir akibat buruknya kualitas udara di ibu kota.

 

"Presiden sendiri sudah batuk, katanya sudah hampir empat minggu. Beliau belum pernah merasakan seperti ini dan kemungkinan, dokter menyampaikan, ada kontribusi daripada udara yang tidak sehat dan kualitasnya buruk," kata Sandiaga Uno.

BACA JUGA:Sesuai Titah Presiden Jokowi, Jam Kerja Secara Hybrid WFH dan WFO Segera Diterapkan Wilayah Ini

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga turut mengamati bahwa buruknya kualitas udara di Jakarta dipengaruhi oleh kontribusi debu dan penggunaan kendaraan pribadi yang masif. 

 

Meskipun terdapat perdebatan mengenai dampak pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara (PLTU), KLHK membantah klaim tersebut dengan alasan studi yang telah dilakukan.

 

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro, menegaskan bahwa hasil studi menunjukkan sebagian besar emisi PLTU tidak berdampak langsung ke Jakarta.

 

Sumber: