Bengkulu Genjot Digitalisasi dan Transaksi Nontunai
Pembukaan kegiatan Capacity Building Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu 2026 pada Senin, 13 April 2026 di Hotel Mercure Bengkulu--Gatot/RK
Radarkepahiang.id - Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama pemerintah daerah mendorong optimalisasi digitalisasi dan transaksi nontunai di daerah tersebut.
Hal demikian menjadi sorotan utama dalam kegiatan Capacity Building Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Provinsi Bengkulu 2026 yang mengusung tema “Penguatan Laporan Championship TP2DD Menuju Bengkulu Pacak Digital” bertempat di di Hotel Mercure Bengkulu, Senin 13 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Bengkulu Selatan Susmanto, Plt Direktur Utama Bank Bengkulu Iswahyudi, Kepala BKAD Provinsi Bengkulu Tommy Irawan, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu.
BACA JUGA:Soliditas OPD Jadi Kunci, Wagub Mian Targetkan PAD Bengkulu Melejit
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyebutkan jika keberadaan TP2DD sebagai forum strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan.
"Melalui kegiatan ini kami harap peserta mendapat penyegaran soal indikator dan mekanisme penilaian Championship TP2DD,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Wahyu juga menyampaikan apresiasi atas capaian digitalisasi daerah yang terus naik. Disisi lain, Ia menekankan pentingnya mendokumentasikan setiap inovasi dan capaian sebagai bagian dari penilaian TP2DD.
"Setiap inovasi, kegiatan dan capaian harus dapat terdokumentasi dan dilaporkan," imbuhnya.
Data per Februari 2026 mencatat pengguna QRIS di Bengkulu mencapai 281.097 pengguna, tumbuh 12,4% secara tahunan. Volume transaksi QRIS juga naik 27% menjadi 243.888 transaksi.
"Capaian ini menjadi bukti adopsi transaksi digital makin kuat dan kepercayaan publik pada pembayaran non-tunai meningkat," ujar Wahyu.
BACA JUGA:BMKG Bengkulu: Waspada Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem 14–16 April 2026
Sementara itu, Sekda Herwan Antoni menegaskan jika Pemprov Bengkulu bersama perbankan terus mendorong program digitalisasi lewat TP2DD. Ia mengakui Bengkulu masih di peringkat 9 dari 10 provinsi di Sumatera dalam penilaian TP2DD.
"Masih banyak aplikasi yang sudah dibuat, tapi implementasinya terkendala SDM dan kebiasaan manual," katanya.
Ia menambahkan, beberapa daerah bahkan baru di kisaran 50% dalam penerapan transaksi non-tunai. Karena itu, pemerintah mendorong seluruh transaksi, termasuk perjalanan dinas dan pencairan anggaran, dilakukan non-tunai agar lebih aman, efektif, dan meminimalisir penyalahgunaan anggaran.
Sumber:




