Disway banner

Beragam Manfaat Telur: Makanan Sederhana jadi Bahan Bakar Otak

Beragam Manfaat Telur: Makanan Sederhana jadi Bahan Bakar Otak

Telur memiliki berbagai manfaat untuk mencerdaskan anak--Dok/Net

Radarkepahiang.id - Kalau ditanya makanan apa yang paling mudah didapat, murah, dan bisa diolah jadi apa saja, jawabannya pasti telur. 

Digoreng, direbus, didadar, atau dicampur ke nasi, semua anak hampir pasti suka. 

Tapi di balik kesederhanaannya, telur menyimpan paket nutrisi yang sangat penting untuk perkembangan otak anak. Bukan sekadar mitos dapur nenek, manfaat telur untuk kecerdasan sudah dibuktikan lewat penelitian dan diakui ahli gizi anak.

BACA JUGA:Ubi Kuning: Makanan Sederhana, Punya Khasiat Luar Biasa

Berikut ini kita akan membahas berbagai hal yang menjadi alasan telur dapat memberikan manfaat untuk kecerdasan

 

1. Kolin: Nutrisi Otak yang Sering Terlupakan

Bicara soal otak, kebanyakan orang langsung ingat omega-3 dari ikan. Padahal ada nutrisi lain yang perannya sama penting, yaitu kolin. Kolin adalah bahan baku asetilkolin, senyawa yang bertugas mengirim sinyal antar sel saraf. Tanpa sinyal yang lancar, kemampuan anak untuk fokus, mengingat pelajaran, dan memproses informasi jadi lambat.

Kuning telur adalah salah satu sumber kolin terkaya yang bisa kita dapatkan sehari-hari. Satu butir telur ukuran sedang menyumbang sekitar 147 mg kolin. Angka ini sudah memenuhi hampir 30 persen kebutuhan harian anak usia 4 sampai 8 tahun. Kolin juga membantu membangun membran sel otak dan mengurangi peradangan di sistem saraf. Artinya, otak anak tidak hanya pintar, tapi juga lebih terlindungi dari stres oksidatif.

Penelitian yang dimuat The Daily Meal, mengikuti 163 anak selama beberapa tahun. Separuh dari mereka makan telur setiap hari, separuhnya lagi tidak makan telur sama sekali, meski pola makan lainnya sama-sama bergizi. Hasil tes darah cukup mengejutkan. Anak yang rutin makan telur punya kadar kolin dan DHA jauh lebih tinggi. Dua zat ini sama-sama kunci untuk pembentukan dan fungsi otak. Dari sini peneliti menyimpulkan, menambah telur ke menu harian anak adalah langkah sederhana yang berdampak besar.

 

2. Kolesterol Baik dari Kuning Telur untuk Otak Bayi dan Balita

Mendengar kata kolesterol, banyak orang tua langsung khawatir. Padahal untuk bayi dan anak yang sedang tumbuh, kolesterol dari makanan justru dibutuhkan. Otak manusia terdiri dari sekitar 60 persen lemak, dan kolesterol menjadi bagian penting dari struktur sel otak. Kuning telur menyediakan kolesterol alami yang membantu pembentukan asam empedu. Asam empedu ini berperan dalam produksi hormon dan pengolahan lemak yang nanti digunakan otak sebagai energi.

Pada 1000 hari pertama kehidupan, otak berkembang paling cepat. Kekurangan kolesterol dan lemak baik di masa ini bisa memengaruhi kemampuan belajar jangka panjang. Itulah sebabnya MPASI sering menyarankan kuning telur sebagai salah satu menu awal, tentu dengan tekstur dan porsi yang disesuaikan usia.

Sumber: