Radarkepahiang.id - Perayaan Idulfitri menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Setelah sebulan menjalankan ibadah puasa, hari kemenangan disambut dengan suka cita dan kebersamaan keluarga. Hidangan istimewa menjadi bagian penting dari perayaan ini, sebagai pelengkap silaturahmi yang disantap secara bersama-sama anggota kerabat di rumah.
BACA JUGA:Warga Kepahiang Ramai-ramai Jadikan Kantor Polisi Tempat Penitipan Kendaraan
BACA JUGA:Sudah Lebih dari 15 Hari, Hasil Autopsi GFR Wanita di Kepahiang Tersengat Listrik Belum Keluar?
Berbicara lebaran memang tak afdal jika tidak mengulik soal kuliner khasnya. Hal ini karena, tradisi kuliner di Indonesia sangatlah kaya, melalui varian yang ditawarkan dari Sabang hingga Merauke. Meskipun opor ayam dan rendang sering menjadi sajian utama, masih banyak hidangan lain yang menarik untuk dicoba, seperti burasa dan nasu likku asal Sulawesi Selatan, lemang asal Sumatera sampai ayam bumbu anam dari Palembang.
1. Burasa dari Sulawesi Selatan
Burasa atau buras adalah hidangan khas masyarakat Bugis-Makassar yang selalu hadir saat perayaan Idulfitri. Makanan ini terbuat dari beras yang dimasak dengan santan, kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. Proses memasaknya dilakukan dua kali, yaitu dimasak setengah matang dengan santan, lalu dibungkus dan direbus kembali hingga matang sempurna.
BACA JUGA:Viral! Praktis dan Ciar ke Rekening, Game Penghasil Uang dan Saldo DANA Tercepat
BACA JUGA:Hilal Belum Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026
Tekstur burasa lembut dan memiliki rasa gurih dari santan, serta aroma khas daun pisang yang membungkusnya. Bentuknya pipih dan memanjang, seringkali diikat berpasangan. Burasa menjadi pengganti nasi dan cocok disantap bersama berbagai lauk khas Lebaran, seperti Coto Makassar atau Nasu Likku.
Tradisi membuat burasa, yang dikenal dengan istilah Ma'burasa, merupakan kegiatan turun-temurun yang melibatkan seluruh anggota keluarga. Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan kebersamaan, mencerminkan nilai gotong royong serta kekeluargaan yang kuat dalam budaya masyarakat Bugis-Makassar.
BACA JUGA:Resep Opor Telur, Hidangan Lebaran Ekonomis Tetap Nikmat untuk Keluarga
BACA JUGA:Pastikan Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kapolda Tinjau Posyan Ketupat di Kepahiang
2. Nasu Likku dari Sulawesi Selatan
Nasu Likku adalah hidangan ayam khas Bugis-Makassar yang menjadi pendamping burasa saat Idulfitri. Nama "likku" dalam bahasa Bugis berarti lengkuas, menunjukkan bahan utama yang memberikan cita rasa pada masakan ini. Ayam dimasak dengan parutan lengkuas, santan, dan bumbu rempah lainnya hingga kuahnya mengental.