Radarkepahiang.id - Lontong akan menjadi makanan yang dibuat saat lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M. Mengetahui cara membuat lontong agar tidak cepat basi sangat penting, terutama jika Anda sering memasaknya untuk kebutuhan keluarga atau usaha kuliner. Lontong yang mudah basi biasanya disebabkan oleh teknik memasak yang kurang tepat, pemilihan bahan yang kurang sesuai, atau proses penyimpanan yang kurang higienis.
BACA JUGA:Ide Ternak Modal Kecil, Dari Ternak Nila Galon bekas, Ayam Hingga Hias Lahan
BACA JUGA:5 Desain Rumah 5 x 8 M Sederhana di Kampung yang Terlihat Luas dan Rapi
Padahal jika dibuat dengan teknik yang benar, lontong bisa bertahan lebih lama dan tetap memiliki tekstur yang padat serta tidak berlendir.
1. Pilih Daun Pisang Batu atau Klutuk
Pemilihan daun pisang ternyata sangat berpengaruh terhadap kualitas lontong. Daun pisang batu atau klutuk biasanya lebih tebal dan kuat dibanding jenis lainnya sehingga tidak mudah robek saat direbus. Daun jenis ini juga memiliki aroma yang khas sehingga dapat memberikan wangi alami pada lontong. Selain itu, permukaan daun yang cukup tebal membantu menjaga bentuk lontong tetap padat selama proses memasak.
BACA JUGA:Lebaran Idul Fitri, Polres Kepahiang Siapkan 3 Pos Pengamanan
BACA JUGA:Jangan 'Jajan' Sembarangan, Dinkes Catat 4 Kasus HIV Baru
Sebelum digunakan, Anda sebaiknya melayukan daun pisang terlebih dahulu di atas api kecil atau dengan air panas. Cara ini membuat daun lebih lentur dan mengurangi risiko daun pecah saat dibentuk menjadi pembungkus lontong.
2. Gunakan Beras Pulen
Jenis beras juga menentukan hasil akhir lontong. Untuk mendapatkan lontong yang padat dan tahan lama, Anda sebaiknya menggunakan beras pulen dengan kadar pati yang cukup tinggi.
Beras pulen menghasilkan tekstur lontong yang lebih kompak sehingga tidak mudah hancur saat dipotong. Selain itu, butiran nasi yang menyatu dengan baik membantu lontong bertahan lebih lama.
Jika Anda menggunakan beras yang terlalu pera, lontong bisa menjadi rapuh dan lebih cepat basi. Oleh karena itu, memilih beras yang tepat merupakan bagian penting dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi.
BACA JUGA:Kriteria Ini Tidak Boleh Menggunakan Gas LPG 3 Kg, Ini SE Bupati Kepahiang!
BACA JUGA:Sambil Rebahan, Ini 5 Game Penghasil Saldo DANA Paling Diburu Netizen!
3. Cuci Beras dengan Benar
Langkah mencuci beras sering dianggap sepele, padahal proses ini sangat memengaruhi kualitas lontong. Beras yang tidak dicuci dengan benar masih mengandung kotoran dan sisa pati berlebih yang bisa mempercepat pembusukan.
Untuk hasil terbaik, Anda sebaiknya mencuci beras sebanyak 3 hingga 4 kali hingga airnya terlihat lebih jernih. Proses ini membantu menghilangkan debu, kotoran, serta sisa kulit beras.
Beras yang bersih membuat lontong lebih higienis dan tidak mudah berlendir. Karena itu, mencuci beras dengan benar termasuk salah satu langkah penting dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi.
BACA JUGA:Gandeng Wartawan, Polres Kepahiang Bagikan Ratusan Paket Makanan dan Minuman Gratis
BACA JUGA:Cocok untuk Isi Toples Lebaran, Resep Kue Kacang 1Kg yang Renyah
4. Tambahkan Sedikit Air Kapur Sirih
Beberapa orang menambahkan sedikit air kapur sirih saat merendam beras sebelum dimasak. Bahan ini sering digunakan untuk membantu memperkuat tekstur makanan berbahan dasar beras.
Anda hanya perlu menambahkan sekitar setengah sendok teh air kapur sirih ke dalam air rendaman beras. Setelah itu, rendam beras selama kurang lebih 30 menit sebelum dimasukkan ke dalam bungkus lontong.
Cara ini membuat lontong menjadi lebih kenyal dan tidak mudah hancur. Selain itu, teksturnya juga cenderung lebih tahan lama sehingga lontong tidak cepat basi.
BACA JUGA:Cocok untuk Isi Toples Lebaran, Resep Kue Kacang 1Kg yang Renyah
BACA JUGA:5 Tanaman Buah yang Cocok untuk Rumah Cluster Tanpa Halaman, Ideal untuk Balkon atau Teras
5. Jangan Isi Lontong Terlalu Penuh
Kesalahan yang sering terjadi saat membuat lontong adalah mengisi beras terlalu penuh ke dalam bungkus daun. Padahal, beras akan mengembang selama proses memasak.
Idealnya, Anda hanya perlu mengisi sekitar setengah hingga dua pertiga bagian bungkus daun pisang. Ruang kosong tersebut memberi tempat bagi beras untuk mengembang dengan sempurna.
Jika diisi terlalu penuh, lontong bisa menjadi terlalu padat dan tidak matang merata. Kondisi ini juga membuat lontong lebih cepat basi karena bagian dalamnya tidak matang sempurna.
BACA JUGA:Sediakan 4 Ton Beras, Polres Kepahiang Laksanakan Gerakan Pangan Murah
6. Tata Lontong dengan Posisi Tegak atau Berdiri
Cara menata lontong saat direbus juga memengaruhi hasil akhirnya. Posisi lontong yang tegak atau berdiri membantu air panas meresap secara merata ke seluruh bagian.
Selain itu, posisi ini juga mencegah lontong saling menekan sehingga bentuknya tetap rapi. Air panas dapat bersirkulasi lebih baik sehingga proses pemasakan berlangsung lebih merata.
Teknik sederhana ini sering digunakan dalam cara membuat lontong agar tidak cepat basi karena membantu memastikan seluruh bagian lontong matang dengan sempurna.
7. Masak Lontong dengan Diaron
Teknik diaron berarti memasak beras setengah matang terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam bungkus lontong. Cara ini sering digunakan oleh penjual lontong karena hasilnya lebih tahan lama. Beras dimasak terlebih dahulu hingga menyerap sebagian air, kemudian dimasukkan ke dalam daun pisang. Setelah itu, lontong direbus kembali selama sekitar 2 hingga 3 jam hingga benar-benar matang.
BACA JUGA:Panggil BPN, Pemkab Kepahiang Pertanyakan Eks Lahan PT TUMS
BACA JUGA:Perbup Sudah Diteken, THR ASN dan PPPK Kepahiang Disalurkan!
Metode ini membuat proses pemasakan lebih merata dan membantu lontong bertahan lebih lama. Karena itu, teknik diaron sering menjadi salah satu cara membuat lontong agar tidak cepat basi yang cukup efektif.