Disway banner

Posisi BAB yang Sehat: Jongkok atau Duduk?

Posisi BAB yang Sehat: Jongkok atau Duduk?

Posisi Buang Air Besar --DOK/Net

Radarkepahiang.id - Buang air besar (BAB) adalah salah satu kegiatan sehari-hari yang paling penting bagi kesehatan tubuh. Namun, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa posisi BAB dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan kita. 

Secara umum, posisi jongkok lebih sehat dibandingkan duduk. Berikut penjelasan singkat dan ilmiahnya:

 

Keuntungan Posisi Jongkok Saat BAB

Posisi jongkok memiliki beberapa keuntungan bagi kesehatan pencernaan kita. Pertama, posisi jongkok membuat sudut antara rektum dan anus menjadi lebih lurus, sehingga memudahkan feses keluar tanpa banyak mengejan. Ini dapat mengurangi risiko ambeien dan fisura, karena tidak perlu mengejan keras. 

Selain itu, posisi jongkok juga membuat otot puborectalis lebih rileks, sehingga pengosongan usus lebih lengkap dan cepat.

BACA JUGA:Jaga Kesehatan Jantung dengan 3 Bahan Alami Ini

Mengurangi Risiko Ambeien dan Fisura

Ambeien dan fisura adalah dua masalah kesehatan yang sering dialami oleh banyak orang. Namun, dengan posisi jongkok, kita dapat mengurangi risiko tersebut. Karena tidak perlu mengejan keras, tekanan pada anus berkurang, sehingga cocok untuk penderita wasir (ambeien) atau luka pada anus. Selain itu, posisi jongkok juga dapat membantu mengurangi gejala ambeien dan fisura yang sudah ada.

 

Kekurangan Posisi Duduk Saat BAB 

Posisi duduk, yang umum digunakan pada toilet modern, memiliki beberapa kekurangan. Pertama, posisi duduk membuat sudut rektum-anus menjadi sempit, sehingga sulit keluar. Ini dapat menyebabkan mengejan berlebihan, yang dapat memicu ambeien. 

Selain itu, posisi duduk juga dapat membuat BAB menjadi lebih lama dan tidak tuntas.

BACA JUGA:Sayangi Tubuhmu, Yuk Pahami Kebutuhan 4 Organ Ini

Sumber: