Jejak Prancis di Balik Bangkitnya Bank Dunia

Sabtu 31-01-2026,20:11 WIB
Reporter : Reka Fitriani
Editor : Hendika

Seiring waktu, peran Bank Dunia pun mengalami perluasan. Jika sebelumnya fokus utama adalah rekonstruksi negara-negara Eropa, maka memasuki dekade 1950-an, Bank Dunia mulai mengalihkan perhatian ke negara-negara berkembang di Asia, Afrika, dan Amerika Latin. Prancis, sebagai mitra awal yang sukses, turut berperan dalam mendorong kerja sama multilateral yang lebih luas.

 

Dukungan negara-negara besar Eropa, termasuk Prancis, membuat Bank Dunia semakin kokoh secara kelembagaan dan finansial. Modal yang terus bertambah, jaringan internasional yang semakin luas, serta meningkatnya kepercayaan global menjadikan Bank Dunia sebagai aktor sentral dalam pembiayaan pembangunan dunia.

BACA JUGA:Laptop Lemot, Atasi dengan 10 Cara Mudah Ini!

BACA JUGA:Laptop Lemot, Atasi dengan 10 Cara Mudah Ini!

Dari sinilah masa kejayaan Bank Dunia mulai terbentuk. Lembaga ini tidak hanya berperan sebagai pemberi pinjaman, tetapi juga sebagai penentu arah kebijakan pembangunan, pengentasan kemiskinan, serta reformasi ekonomi di berbagai negara.

 

Hingga kini, jejak awal kerja sama Bank Dunia dengan Prancis masih tercatat sebagai salah satu fondasi penting dalam sejarah lembaga tersebut. Kerja sama itu menjadi simbol bagaimana kolaborasi internasional di tengah krisis mampu melahirkan institusi global yang berpengaruh besar hingga puluhan tahun kemudian.

 

Kisah awal kejayaan Bank Dunia ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan lembaga internasional tidak hanya ditentukan oleh modal finansial, tetapi juga oleh kepercayaan, kerja sama, dan keberhasilan nyata dalam menjawab tantangan zaman.

BACA JUGA:Tak Perlu Beli Baru, Ini Cara Ampuh Memperbaiki Aki Motor Soak

BACA JUGA:Banyak yang Tidak Percaya, Ini Kunci Diet Sehat Bagi Pria yang Menginginkan Tubuh Ideal

Bank Dunia atau World Bank tidak serta-merta berjalan mulus ketika pertama kali mulai beroperasi. Lembaga keuangan internasional yang lahir dari Konferensi Bretton Woods pada 1944 ini justru dihadapkan pada berbagai tantangan berat sejak awal berdirinya. Kondisi dunia yang masih diliputi ketidakpastian pascaperang menjadi ujian nyata bagi Bank Dunia dalam menjalankan mandatnya sebagai lembaga rekonstruksi dan pembangunan.

 

Saat resmi mulai beroperasi pada tahun 1946, dunia baru saja keluar dari Perang Dunia II yang meninggalkan kerusakan masif di berbagai belahan Eropa dan Asia. Infrastruktur hancur, industri lumpuh, serta jutaan penduduk kehilangan mata pencaharian. Bank Dunia dituntut untuk segera hadir sebagai solusi pembiayaan, sementara di sisi lain, kapasitas dan pengalaman lembaga ini masih sangat terbatas.

 

Kategori :