"Beberapa waktu lalu kita koordinasi dan menunggu keputusan dari gubernur Sumsel," lanjutnya.
Selain memastikan tonase kendaraan, gubernur juga meminta agar truk angkutan batu bara beraktivitas dimalam hari. Hal ini dilakukan karena ketika beroperasi siang hari atau saat aktivitas sibuk dapat menimbulkan gangguan lalu lintas dan terjadi macet kerena arus kendaraan di Bengkulu cukup padat.
"Boleh beroperasi pada malam hari ketika aktivitas masyarakat itu sudah mulai berkurang, dan selalu mematuhi tonase kendaraan," demikian Rohidin.