Kasus Dugaan Keracunan Jadi Alarm, Dinkes Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Harus Terbuka!

Kasus Dugaan Keracunan Jadi Alarm, Dinkes Perketat  Pengawasan Program MBG, SPPG Harus Terbuka!

Kasus Dugaan Keracunan Jadi Alarm, Dinkes Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Harus Terbuka!--DOK/RK

Radarkepahiang.id - Kasus indikasi dugaan keracunan pasca menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepahiang  harus menjadi alarm, guna mengantisipasi kejadian ini terulang lagi. Dimana pada Kamis 4 Juni 2026 lalu terjadi peristiwa dugaan keracunan MBG yang menimpa belasan siswa, guru dan penjaga sekolah yang mengalami gejala gatal-gatal, mual, pusing disertai sesak nafas usai menyantap menu MBG olahan dapur SPPG Desa Taba Tebelet berupa perkedel tahu, sambal telur, tumis kol dan jagung, nasi serta buah salak.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Dr. H. Tajri Fauzan, SKM M.Si menegaskan peran Dinas Kesehatan dalam program makan bergizi gratis adalah melakukan pengawasan. Peran ini diperlukan untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk pelajar.

BACA JUGA:Agar Perasaan Lebih Tenang, Kenali Peta Emosi Diri Sendiri

BACA JUGA:Perlu Dihindari, Kebiasaan Umum Ini Meningkatkan Risiko Stroke Ringan

Kadinkes mengatakan pengawasan dilakukan dengan melakukan standarisasi pelaporan, sertifikasi keamanan pangan, dan pengawasan berlapis.

 

"Jadi seluruh petugas SPPG itu harus ada standar khusus, yaitu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), kemudian manajemen risiko pangan. Baik sebelum dan adanya kejadian indikasi keracunan pasca menyantap menu MBG, Dinkes selalu mengawasi program MBG ini, jadi ke depan SPPG harus terbuka, jangan pada saat dilakukan pengawasan saja laporannya baik," jelas Tajri.

BACA JUGA:Pengguna Kaget Harga Pertamax Tiba-tiba Naik, Terpaksa Pindah ke Pertalite

BACA JUGA:44 Barang Bukti Termasuk Botol Azul Bakal Dihadirkan di Persidangan Menantu Gelapkan Uang Kopi Mertua!

Dinkes saat mengeluarkan sertifikat SLHS, dikatakan Tajri menjadi bagian dari sistem sertifikasi terpadu untuk memastikan makanan bergizi yang didistribusikan aman dan sesuai standar. 

 

"Kemudian pengawasan eksternal yang kita lakukan, ini menjadi upaya cepat tanggap saat terjadi kasus keracunan, seperti kejadian luar biasa yang baru-baru ini terjadi," jelas Tajri.

 

Sumber: