Hasil Sampel Menu MBG Terbukti Terkontaminasi Bakteri, Nasib SPPG Desa Taba Tebelet Ditentukan BGN?

Hasil Sampel Menu MBG Terbukti Terkontaminasi Bakteri, Nasib SPPG Desa Taba Tebelet Ditentukan BGN?

Hasil Sampel Menu MBG Terbukti Terkontaminasi Bakteri, Nasib SPPG Desa Taba Tebelet Ditentukan BGN?--Reka Fitriani

Radarkepahiang.id - Hasil sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Desa Taba Tebelet yang menyebabkan indikasi gejala keracunan terhadap belasan pelajar, guru dan penjaga sekolah SDN 18 Kepahiang gatal-gatal, pusing, disertai sesak nafas, Rabu 17 Juni 2026 sudah diterbitkan oleh BPOM dan Labkesda Bengkulu. Tak hanya menu MBG yang dilakukan pemeriksaan, juga termasuk muntahan sisa makanan para korban yang mengonsumsi MBG pada Kamis 4 Juni 2026 lalu diperiksa oleh pihak terkait.

BACA JUGA:DPRD Kepahiang Bentuk Pansus, Bahas 3 Raperda Strategis!

BACA JUGA:Kades Talang Karet Segera Diberhentikan!

Dimana, pemeriksaan sampel makanan seperti perkedel tahu, sambal telur, tumis kol dan jagung, nasi lah yang terkontaminasi bakteri Staphylococcus aureus yang diduga menyebabkan para korban mengalami gejala klinis kesehatan. Menanggapi hal tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Kepahiang Verra Rabu 17 Juni 2026 menyebutkan,  hasil pemeriksaan sampel menu MBG yang menyebabkan para korban mengalami gejala klinis kesehatan adalah Dinas Kesehatan.

BACA JUGA:5 Alasan Mengapa Setiap Keluarga Harus Menanam Satu Pohon Jeruk

BACA JUGA:Melembapkan Rambut Kering dan Rusak, Ini 5 Cara Sederhana Menggunakan Kulit Pisang

"Hasil pemeriksaan terhadap menu MBG sudah keluar, diumumkan oleh Dinas Kesehatan," singkat Verra.

 

Disinggung, terhadap keberlanjutan SPPG Desa Taba Tebelet setelah keluarnya hasil pemeriksaan menu sampel MBG tersebut, dikatakan Verra akan ditindaklanjuti pihaknya pada pihak pusat. Yakni, Badan Gizi Nasional yang berwenang dalam melakukan pembinaan terhadap dapur SPPG yang ada di masing-masing wilayah di daerah.

BACA JUGA:Proyek Waterpark Rp15 Miliar Mangkrak, Kini Diminta untuk Dimusnahkan!

BACA JUGA:Lonjakan Harga BBM non-Subsidi Ikut Bebani Operasional Pemkab, Penggunaan Plat Merah Diefesiensi!

"Kami akan berkoordinasi dengan BGN pusat terkait dengan hasil pemeriksaan menu sampel MBG ini, bagaimana keberlanjutan SPPG ini nanti, itu kewenangan BGN," jelas Verra.

 

Disisi lain, lanjut Verra, setiap SPPG terbuka untuk mendapatkan pengawasan terkait dengan beroperasinya program Makan Bergizi Gratis, seperti sanitasi dan sarana prasarana SPPG, ketersediaan pangan hingga petugas SPPG yang layak higiene.

Sumber:

Berita Terkait