Disway banner

Waspada Bahaya Dehidrasi, Kelelahan, dan Heatstroke Saat Cuaca Panas

 Waspada Bahaya Dehidrasi, Kelelahan, dan Heatstroke Saat Cuaca Panas

Seseorang dehidrasi--JIMMY/RK

Radarkepahiang.id - Cuaca panas yang melanda berbagai daerah belakangan ini membuat masyarakat diminta lebih waspada terhadap gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi. Kondisi seperti dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama.

Meski sering dianggap sepele, ketiga kondisi tersebut dapat berdampak serius apabila tidak segera ditangani. Bahkan dalam beberapa kasus, heatstroke dapat mengancam nyawa karena menyebabkan kerusakan organ tubuh secara cepat.

Tenaga medis mengingatkan bahwa meningkatnya suhu udara, kurangnya asupan cairan, serta aktivitas berat di bawah terik matahari menjadi faktor utama yang memicu gangguan kesehatan akibat panas ekstrem.

BACA JUGA:Cara Mencegah Dehidrasi di Tengah Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Langkah Pencegahannya

Dehidrasi, Kondisi yang Sering Diabaikan

Dehidrasi terjadi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan jumlah cairan yang masuk. Saat cuaca panas, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat untuk menjaga suhu tetap stabil. Jika cairan yang hilang tidak segera diganti, tubuh mulai mengalami gangguan fungsi.

Gejala dehidrasi ringan biasanya meliputi rasa haus berlebihan, mulut kering, tubuh lemas, pusing, hingga urine berwarna lebih pekat. Namun jika terus dibiarkan, dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berbahaya.

Pada anak-anak dan lansia, risiko dehidrasi cenderung lebih tinggi karena kemampuan tubuh mereka dalam mengatur cairan tidak sebaik orang dewasa sehat. Dokter menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu haus sebelum minum air. Sebab rasa haus sebenarnya menjadi tanda awal tubuh mulai kekurangan cairan.

BACA JUGA:Kaki Terasa Panas di Malam Hari? Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Sinyal 3 Masalah Ini

Kelelahan Akibat Panas Bisa Ganggu Aktivitas

Selain dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion juga menjadi kondisi yang perlu diwaspadai. Gangguan ini biasanya terjadi setelah tubuh kehilangan banyak cairan dan garam akibat berkeringat berlebihan.

Orang yang mengalami heat exhaustion umumnya merasakan tubuh sangat lemah, sakit kepala, mual, kram otot, pusing, hingga keringat berlebihan. Dalam beberapa kasus, penderita juga mengalami denyut jantung lebih cepat dan kesulitan berkonsentrasi.

Pekerja lapangan, atlet, pengendara motor jarak jauh, hingga masyarakat yang bekerja di bawah sinar matahari langsung menjadi kelompok paling rentan mengalami kondisi ini.

Jika tidak segera ditangani, kelelahan akibat panas dapat berkembang menjadi heatstroke yang jauh lebih berbahaya.

Sumber: