Disway banner

Krisis Selat Hormuz Memanas, Harga BBM Global Tertekan Naik

Krisis Selat Hormuz Memanas, Harga BBM Global Tertekan Naik

Kenaikan harga BBM --FOTO/TANGKAPAN LAYAR

Radarkepahiang.id - Kondisi Selat Hormuz saat ini berada dalam situasi yang sangat tegang dan penuh ketidakpastian. Jalur laut yang menjadi salah satu titik paling vital bagi perdagangan energi dunia itu kembali memanas akibat konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya.

Sejak awal 2026, kawasan ini praktis berubah menjadi zona konflik. Penutupan jalur pelayaran, serangan terhadap kapal tanker, hingga aksi penyitaan kapal dagang menjadi rangkaian peristiwa yang memperburuk stabilitas kawasan. Bahkan, laporan terbaru menyebutkan bahwa jalur ini sempat ditutup hampir total dan hanya sedikit kapal yang berani melintas karena risiko keamanan yang tinggi.

Situasi terkini menunjukkan adanya upaya diplomasi untuk membuka kembali jalur tersebut, namun belum menghasilkan kesepakatan konkret. Di sisi lain, aktivitas militer dan tekanan politik masih terus berlangsung, membuat ketegangan belum mereda.

BACA JUGA:Kenaikan Harga BBM Picu Lonjakan Harga Pangan, Daya Beli Masyarakat Tertekan

Jalur Vital Energi Dunia Terhambat

Selat Hormuz memiliki peran yang sangat strategis dalam rantai pasok energi global. Sekitar seperempat perdagangan minyak dunia biasanya melewati jalur ini, menjadikannya “urat nadi” distribusi energi internasional.

Namun akibat konflik, arus distribusi minyak mengalami gangguan besar. Bahkan, dalam beberapa periode, ekspor minyak dari kawasan Teluk dilaporkan turun drastis hingga lebih dari 60 persen dari kondisi normal.

Gangguan ini menyebabkan banyak kapal tanker tertahan, sementara perusahaan pelayaran memilih menghentikan operasi karena risiko serangan dan biaya asuransi yang melonjak tinggi. Dampaknya tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga menjalar ke seluruh dunia.

BACA JUGA:Update Harga BBM 26 April 2026: BBM Nonsubsidi Melonjak, Pertalite Tetap

Harga Minyak Dunia Melonjak

Krisis di Selat Hormuz secara langsung mendorong kenaikan harga minyak mentah global. Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak jenis Brent sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel, bahkan mendekati 107 dolar akibat terganggunya pasokan.

Kenaikan ini bukan sekadar fluktuasi biasa, melainkan bagian dari “shock” energi global terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Para analis bahkan memperkirakan harga minyak bisa terus naik jika konflik berkepanjangan atau jalur tersebut tetap dibatasi.

 

Dampak Langsung ke Harga BBM

Sumber: