Disway banner

Panen Cepat Untung Berlipat, Ini Cara Memulai Ternak Nila Sistem Bioflok

Panen Cepat Untung Berlipat, Ini Cara Memulai Ternak Nila Sistem Bioflok

Panen Cepat Untung Berlipat, Ini Cara Memulai Ternak Nila Sistem Bioflok--DOK/NET

Radarkepahiang.id -  Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok menjadi solusi modern dan efisien bagi pemula, terutama yang memiliki lahan terbatas. Dalam cara memulai ternak nila sistem bioflok untuk pemula, metode ini menawarkan keunggulan seperti hemat pakan, air, dan ruang, serta mampu menghasilkan ikan yang lebih sehat dan cepat besar.

BACA JUGA:Macam Racikan Kunyit, Rasakan Khasiatnya untuk Tubuh

BACA JUGA:Kapolres Rejang Lebong Minta Laporan Warga Langsung Ditindak Tanpa Tunggu Laporan Resmi

Sistem bioflok memanfaatkan teknologi ramah lingkungan dengan mengelola kualitas air melalui mikroorganisme yang juga berfungsi sebagai pakan tambahan. Dengan memahami komponen utama dan langkah-langkah penerapannya, pemula dapat memulai usaha budidaya ini dengan peluang keberhasilan yang tinggi.
Dukungan dari pemerintah juga memperkuat potensi bioflok sebagai solusi budidaya masa depan, baik untuk meningkatkan produksi perikanan maupun mendukung perekonomian masyarakat. 

BACA JUGA:Bocah 7 Tahun Nyaris Tenggelam di Wisata Tebing Suban Rejang Lebong

BACA JUGA:Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University Batch 5 Dibuka, Kuota 40 Orang Full Scholarship

- Mengenal Sisem Bioflok : Teknologi Budidaya Ikan Ramah Lingkungan


Sistem bioflok adalah teknologi budidaya ikan yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat. Bioflok sendiri merupakan gumpalan organisme seperti bakteri, jamur, alga, dan lainnya yang bekerja bersama menjaga keseimbangan ekosistem kolam.

BACA JUGA:Kepahiang Kekurangan Dosis Vaksin Rabies, Hanya 3.000 Sedikit Dibanding Jumlah HPR

BACA JUGA:Bengkulu Perkuat Peringatan Dini Kebencanaan, Siaga Hadapi Ancaman Megathrust


Teknologi ini mengandalkan daur ulang nutrisi dari sisa pakan dan kotoran ikan. Agar bioflok terbentuk optimal, dibutuhkan empat komponen utama: sumber karbon, bahan organik, bakteri pengurai (probiotik), dan oksigen yang cukup.


Melalui proses aerasi terus-menerus, bakteri akan berkembang dan mengurai zat berbahaya seperti amonia, sekaligus menghasilkan bioflok yang berfungsi sebagai pakan alami tambahan. Dengan begitu, sistem ini mampu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan efisiensi pakan.

BACA JUGA:Hasil Tracking 'Paman Penakluk Naga', Uang Mertua Ditransfer Kepada Beberapa Perempuan

BACA JUGA:Pertengahan April, Belum Ada Kegiatan Fisik Dilelang di Kabupaten Lebong

- Keunggulan Budidaya Nila Sistem Bioflok


Budidaya ikan nila dengan sistem bioflok memiliki banyak keunggulan, terutama bagi pemula. Salah satu yang paling menonjol adalah efisiensi pakan, karena bioflok dapat menjadi sumber nutrisi tambahan sehingga nilai FCR lebih rendah dibandingkan metode konvensional.
Selain itu, sistem ini lebih hemat air karena tidak memerlukan penggantian air secara rutin, cukup menambah air yang berkurang. Bioflok juga memungkinkan padat tebar ikan yang tinggi, sehingga produktivitas meningkat jauh lebih besar dibandingkan budidaya biasa.

BACA JUGA:Transformasi Sang Raja Jalanan : Yamaha RX King Generasi Pertama hingga Terakhir


Keunggulan lainnya adalah waktu panen yang lebih cepat, sekitar 3 bulan, dengan hasil ikan yang lebih sehat dan gemuk. Didukung oleh penggunaan probiotik, sistem ini juga membantu menjaga kesehatan ikan sekaligus ramah lingkungan karena minim limbah.

- Komponen dan Peralatan Penting untuk Ternak Nila Bioflok
Untuk memulai cara memulai ternak nila sistem bioflok untuk pemula, beberapa komponen dan peralatan utama perlu disiapkan.


1. Pertama, kolam budidaya dapat berupa kolam terpal bulat, kolam beton, atau kolam fiber, dengan syarat tidak membentuk sudut agar sirkulasi air dan flok optimal. Kolam terpal bulat berdiameter 4 meter dengan kedalaman 80 cm, misalnya, dapat menampung sekitar 10 m³ air.

BACA JUGA:Dapat Restu Kemenkeu, Lahan Puncak Mall Segera Berstatus BMD


2. Kedua, sistem aerasi sangat krusial untuk menyuplai oksigen secara terus-menerus dan mengaduk air agar flok tidak mengendap. Peralatan aerasi meliputi selang aerator, batu aerasi (sekitar 9 buah untuk kolam diameter 3m), dan blower, dengan kecepatan aliran oksigen yang disarankan 10 L/menit.


3. Ketiga, lokasi budidaya harus dekat dengan sumber air bersih yang memadai.


4.Keempat, pemilihan benih ikan nila yang sehat dan seragam sangat penting. Budidaya nila monoseks jantan sangat dianjurkan karena pertumbuhannya lebih cepat, sekitar 40% lebih cepat dari betina. Ukuran benih awal yang ideal adalah 8-10 cm.


5. Kelima, pakan pelet dengan kandungan protein 20-25% direkomendasikan untuk pertumbuhan optimal.


6. Keenam, probiotik yang mengandung bakteri pembentuk flok seperti Bacillus subtilis atau Lactobacillus sp. diperlukan untuk meningkatkan kualitas air dan kekebalan ikan.

BACA JUGA:Tanpa Piutang DBH, Pemkab Kepahiang Kesulitan Bayarkan SPH Tahun 2025


7. Ketujuh, sumber karbon seperti molase, gula pasir, tapioka, atau dedak berfungsi merangsang pertumbuhan bakteri heterotrof.


8. Terakhir, kapur dolomit untuk menstabilkan pH air, garam non-yodium untuk persiapan air kolam, dan peralatan pengukur kualitas air (pH meter, DO meter, alat ukur amonia, dll.) juga esensial untuk manajemen yang baik.

Sumber: