219 Guru di Kepahiang Belum Terima Tunjangan Sertifikasi TA 2025, Ini Kata Dikbud!
219 Guru di Kepahiang Belum Terima Tunjangan Sertifikasi TA 2025, Ini Kata Dikbud!--Reka Fitriani
Radarkepahiang.id - Sebanyak 219 guru di Kabupaten Kepahiang belum menerima tunjangan sertifikasi guru yang tercatat pada tahun anggaran 2025. Diketahui, kekurangan salur atau kurang bayar tunjangan profesi guru ASND tahun 2025 umumnya disebabkan oleh selisih gaji pokok baru pada Info GTK.
Kekurangan tersebut telah diproses pembayarannya oleh Kementerian Keuangan dan penyelesaiannya diperhitungkan melalui mekanisme carry over atau tahapan salur berikutnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepahiang Dr. Nining Fawely Pasju S.Pt MM melalui Kabid PTK Lia Febriani, SE menerangkan berdasarkan SE Kemenkeu Dirjen Perimbangan Keuangan nomor S-3/PK/PK.3.2026 tanggal 17 Maret 2026 perihal penjelasan atas penggunaan sisa dana tunjangan Guru ASND TA 2024 di RKUD.
BACA JUGA:Jangan Menunda Pekerjaan, Ini 3 Cara Mengatasi Prokratinasi agar Lebih Produktif
BACA JUGA:3 Rekomendasi Minyak Zaitun untuk Rambut Kering dan Mengembang
"Untuk pembayaran kurang salur tunjangan ASND 2025 terdapat jumlah 219 orang, akan dibayarkan menggunakan dana Silpa tahun 2024. Akan tetapi, karena dana Silpa 2024 tersebut belum masuk ke anggaran 2026, maka pembayaran carry tunjangan ASND ini baru bisa dilakukan setelah perubahan anggaran sekitar bulan September atau Oktober 2026," jelas Lia Febriani.
Lia menjelaskan, mekanisme penyaluran dana tunjangan sertifikasi gutu kini ditransfer setiap bulan dan langsung masuk ke rekening penerima.
BACA JUGA:Genjot PAD, Pemkab Kepahiang Sasar Masyarakat untuk Bayar Pajak Kendaraan
BACA JUGA:Minta Pemkab Siapkan Armada Damkar Tiap Kecamatan, Warga Galang Dana untuk Korban Kebakaran
"Terkait keterlambatan kurang salur tersebut karena beberapa hal, namun sesuai dengan ketentuan segera disalurkan pada perubahan anggaran," jelas Lia.
Sumber:



