Disway banner

Pembangunan Jembatan Garuda di Rejang Lebong Berprogres

Pembangunan Jembatan Garuda di Rejang Lebong Berprogres

TNI dan warga Dwi Tunggal saat mulai pembangunan Jembatan Garuda--GATOT/RK

Radarkepahiang.id - Kodim 0409/Rejang Lebong telah memulai pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup, Kabupaten Rejang Lebong. 

Proyek infrastruktur ini menjadi jawaban atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun kesulitan melintasi sungai, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus menjadi deras.

Pembangunan tahap awal resmi dimulai sejak 9 April 2026 lalu dengan lokasi jembatan berada di titik strategis yang menghubungkan permukiman warga dengan lahan pertanian dan pusat aktivitas ekonomi di wilayah Curup. 

Titik pembangunan ini sangat vital, karena sebelum ada jembatan, warga harus memutar jauh atau menggunakan rakit darurat yang berisiko, terutama bagi anak sekolah dan petani yang membawa hasil panen.

BACA JUGA:Waspada Kebakaran Saat Musim Kemarau, Damkar Rejang Lebong Siagakan 118 Personel dan 8 Armada

Jembatan gantung ini dirancang dengan panjang 72 meter dan lebar 1,2 meter. Konstruksi menggunakan rangka baja dan lantai kayu ulin untuk memastikan kekuatan sekaligus ketahanan terhadap cuaca. Meski lebarnya terbatas, jembatan cukup untuk dilewati pejalan kaki dan sepeda motor, yang menjadi moda transportasi utama warga setempat. 

Adapun target penerima manfaat dari program ini mencapai 541 kepala keluarga atau sekitar 1.040 jiwa yang tinggal di Kelurahan Dwi Tunggal dan sekitarnya.

Pasi Intel Kodim 0409/Rejang Lebong, Kapten Inf Tasmi Basiroroni,  menyampaikan jika saat ini progres fisik telah menyentuh 3,2 persen. Pada tahap awal, prajurit TNI bersama warga melakukan pembersihan lahan, pembuatan pondasi angkur di kedua sisi sungai, dan pengangkutan material utama. 

"Material besi dan kabel sling didatangkan dari Bengkulu Kota, sementara kayu dan pasir memanfaatkan potensi lokal untuk menekan biaya dan memberdayakan pemasok di daerah," katanya.

BACA JUGA:5.100 Warga Rejang Lebong Diusulkan Jadi Peserta PBI-JK

Ia menegaskan jika pembangunan jembatan ini untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat Dwi Tunggal, terutama akan kebutuhan infrastruktur yang mendukung mobilitas masyarakat. 

"Kami berharap jembatan ini dapat membantu masyarakat, baik sebagai akses penghubung aktivitas sehari-hari maupun sebagai sarana yang mempermudah para petani dalam mengirimkan hasil panen dengan lebih cepat dan efisien," ujarnya.

Untuk diketahui, mayoritas warga Dwi Tunggal berprofesi sebagai petani sayur, kopi, dan palawija. Selama ini, hasil panen harus diangkut memutar sejauh 4–5 kilometer karena tidak ada jembatan. Biaya angkut menjadi tinggi dan waktu tempuh lama, sehingga komoditas mudah rusak di perjalanan. Dengan adanya Jembatan Gantung Garuda, jarak tempuh dipangkas menjadi kurang dari 500 meter. Waktu distribusi ke Pasar Atas Curup yang biasanya dua jam dapat terpangkas menjadi 20 menit.

Selain aspek ekonomi, jembatan juga berdampak pada layanan dasar. Anak-anak sekolah dari Dusun Tanjung kini tidak perlu lagi libur saat sungai meluap. Akses ke puskesmas pembantu dan kantor kelurahan juga menjadi lebih cepat, terutama untuk kondisi darurat. Pemerintah kelurahan memperkirakan indeks konektivitas wilayah akan meningkat signifikan setelah jembatan beroperasi penuh. 

Sumber: