Fenomena Ikan Terdampar di Pantai Bengkulu, Pertanda Apa Yuk Simak Penjelasan BMKG Fatmawati Berikut Ini

Fenomena Ikan Terdampar di Pantai Bengkulu, Pertanda Apa Yuk Simak Penjelasan BMKG Fatmawati Berikut Ini

Fenomena Ikan Terdampar di Pantai Bengkulu, Pertanda Apa Yuk Simak Penjelasan BMKG Fatmawati Berikut Ini /---Ilustrasi/Foto:antarafoto.com

Fenomena Ikan Terdampar di Pantai Bengkulu, Pertanda Apa Yuk Simak Penjelasan BMKG Fatmawati Berikut Ini 

RK ONLINE - Akhir-akhir ini masyarakat Provinsi bengkulu dihebohkan dengan penemuan ikan berukuran kecil di pinggiran pantai, hal ini langsung ditanggapi oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati Bengkulu, anomali ini disebabkan oleh penurunan suhu laut yang tidak biasa.

 

Menurut Prakirawan BMKG Fatmawati Bengkulu, Anjasman, suhu muka laut pada 26 Oktober mengalami penurunan yang menyebabkan anomali suhu laut sekitar minus satu dari biasanya. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab ikan-ikan terdampar di pinggir pantai.

BACA JUGA:Viral Ibu-Ibu di Bengkulu Nyaris Jadi Korban Begal, Pemotor Harus Lebih Berhati-hati!

"Dari data BMKG suhu muka laut pada 26 Oktober memang mengalami penurunan, dengan selisih anomali minus satu dari biasanya, kemungkinan itu yang menyebabkan ikan-ikan ini menepi," Ujar Anjasman 

 

Anomali suhu laut tersebut disebabkan oleh angin dari wilayah Australia yang bergerak menuju Indonesia. Angin tersebut mendinginkan suhu muka laut di sekitarnya.

Namun, perlu diingat bahwa fenomena anomali suhu laut seperti ini jarang terjadi dan biasanya hanya terjadi selama musim kemarau.

 

"Memang benar kejadian ikan terdampar di Pantai Berkas, kalau orang sini bilang itu karena perubahan iklim sehingga air laut menjadi dingin, ikan kemudian mabuk dan terdampar," sebut dia.

BACA JUGA:Bansos PKH dan BPNT Masih Dicairkan, Inilah Informasi Penting Untuk Setiap Penerima Manfaat

Sementara itu, Kota Bengkulu dan sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu telah memasuki musim kemarau selama beberapa bulan terakhir.

Selain ikan-ikan yang terdampar, musim kemarau juga berdampak pada sektor pertanian. Tujuh wilayah dari sembilan kecamatan di Kota Bengkulu mengalami kekeringan yang mengakibatkan lahan persawahan sebanyak 675 hektare terdampak.

Sumber: