Dukung Pengembangan Desa Wisata

Dukung Pengembangan Desa Wisata

DOK/Net : Ilustrasi Desa Wisata--

RK ONLINE – Kabar gembira bagi desa-desa yang memiliki desa wisata. Apa? saat ini Pemerintah Kabupaten Kepahiang tengah merancang kemampuan keuangan daerah dalam memberikan dukungan anggaran bagi desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Kepahiang.

Meski demikan sudah dipastikan tidak semua desa wisata mendapatkan bantuan anggaran dari APBD Kepahiang. Desa yang mendapatkan bantuan nantinya melalui beberapa penilaian. Seperti berhasil tembus 100 besar desa wisata se Indonesia.

Bupati Kepahiang, Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU menerangkan, salah satu yang menjadi poin dalam Raperda tentang Desa Wisata yang digagas DPRD Kepahiang berupa bagaimana peran pemerintah melalui APBD memberikan dukungan anggaran terhadap desa wisata.

"Saat ini baru ada 2 desa di Kabupaten Kepahiang yang masuk 100 besar desa wisata se Indonesia, yakni Batu Ampar Kecamatan Merigi dan Tangsi Duren di Kecamatan Kabawetan. Dalam hal ini nantinya, pemerintah memiliki tanggung jawab atas capaian kedua desa ini secara nasional. Salah satunya adalah dukungan anggaran daerah untuk pengembangan lebih lanjut atas potensi wisata yang telah dibangun," papar Bupati.

 

BACA JUGA:Desa Wisata Ditargetkan Sumbang PAD

 

Lebih lanjut disampaikan bupati, berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan terdapat 17 desa wisata di Kabupaten Kepahiang yang masuk dalam desa wisata. Namun dari 17 tersebut, hanya 2 desa yang menembus 100 besar desa wisata se Indonesia. Melalui bantuan anggaran dari APBD Kepahiang, nantinya diharapkan bisa memicu desa-desa wisata lainnya untuk meningkatkan pengembangan potensi wisatanya.

"Sekarang Raperda desa wisata masih dalam pembahasan. Raperda itulah nantinya menjadi landasan Pemkab Kepahiang memberikan bantuan anggaran untuk mendorong pengembangan wisata yang ada di desa wisata," sampai bupati. 

Jika Pemkab Kepahiang sudah memberikan dorongan nantinya, diyakini bisa berdampak pada percepatan pembangunan wisata daerah yang tujuannya bisa peningkatan Pendapatan Asli Daerah Desa (PADes) dan juga ekonomi kerakyatan khususnya masyarakat di desa setempat.

"Kita juga minta kepada seluruh desa yang sudah ditetapkan menjadi desa wisata, terus berinovasi mengembangkan potensi-potensi yang ada di desa. Sementara untuk desa-desa lainnya yang belum masuk dalam SK desa wisata, bisa terus menggali potensi sehingga ke depan daerah kita ini benar-benar menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Bengkulu," demikian Bupati.

Sumber: