Masih Ada 76 Paket Kegiatan Belum Dilimpahkan Lelang

Masih Ada 76 Paket Kegiatan Belum Dilimpahkan Lelang

DOK/Net : Ilustrasi Lelang Proyek--

RK ONLINE - Mendekati akhir semester I tahun 2022, tercatat baru 68 paket kegiatan yang sudah dilimpahkan untuk dilakukan lelang oleh Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Lebong. Sementara dari proses input data kegiatan oleh OPD melalui Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), terdata sebanyak 144 paket kegiatan yang belum dilakukan lelang. Artinya, hingga kemarin (28/6) masih ada 76 paket kegiatan lainnya yang belum dilimpahkan untuk proses tender.

Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setkab Lebong, Dodi Irawan, ST menjelaskan dari 68 peket kegiatan yang sudah dilimpahkan oleh OPD terdapat 28 paket kegiatan yang sudah terkontrak. Sisanya sebanyak 40 paket kegiatan masih dalam proses lelang. Bahkan beberapa diantaranya sudah masuk masa sanggah dan diperkirakan sudah terkontrak pada awal Juli mendatang.

"Seperti 19 paket kegiatan di Dikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, red), rata-rata sudah masuk masa sanggah. Kemungkinan bulan depan sudah terkontrak, " kata Dodi.

Dilanjutkannya, ada penghematan anggaran sekitar Rp 1,7 miliar dari proses lelang 28 paket yang sudah terkontrak. Jumlah tersebut diperoleh dari selisih dari pagu anggaran dengan nilai paket terkontrak. Sebagian besar paket yang sudah terkontrak tersebut berada di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPR-Hub).

"Dari 28 paket yang sudah selesai lelang itu nilai pagunya p 58,2 miliar, sementara setelah terkontrak Rp 56,5 miliar. Jadi ada penghematan anggaran sebesar Rp 1,7 miliar, " lanjut Dodi.

Ia mengimbau kepada OPD untuk segera melimpahkan kegiatannya untuk dilakukan proses lelang. Terlebih sebentar lagi sudah memasuki bulan Juli tahun anggaran 2022. Semakin cepat paket tersebut dilimpahkan, maka semakin cepat juga paket untuk ditayangkan.

"Kemungkinan beberapa OPD yang belum melimpahkan kegiatannya karena masih menyelesaikan tahap perencanaan, ada juga yang menunggu perubahan anggaran, " demikian Dodi. (skp)

Sumber: