Gula Merah Khas Daspetah Diolah Secara Tradisional
Noto warga Desa Daspetah saat memasak air nira menjadi gula aren--SUHAI/RK
Radarkepahiang.id-Gula merah khas Desa Daspetah, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu yang juga dikenal sebagai gula aren, merupakan salah satu produk tradisional yang menjadi kebanggaan dan sebagai penyumbang gula aren di Kepahiang.
Dengan rasa, tekstur dan aroma yang khas, gula merah ini bukan hanya sekadar bahan pemanis, tetapi juga bagian penting dari kekayaan budaya dan kuliner yang ada di desa tersebut . Proses pembuatannya yang masih mempertahankan metode tradisional membuat gula merah khas Daspetah memiliki nilai tersendiri.
Noto (55) petani kopi sekaligus pembuat gula merah atau sering disebut gula aren mengungkapkan, gula dibuat melalui proses yang panjang dan penuh ketelitian. Dimulai dari perebusan nira hingga pengkristalan dan pembentukan gula, setiap tahapannya mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
BACA JUGA:Mudah Dibuat, 5 Resep Kue dari Tepung Ketan dan Gula Merah
"Gula merah yang kita masak ini sudah terjual kemana -mana tidak hanya Provinsi Bengkulu. Kita jual juga ke Provinsi tetangga hingga kita kirim ke pulau Jawa. Ada juga toke yang datang kesini mengambil gula. Gula kita jual antara Rp 17 - 20 ribu per kilogramnya, tergantung bentuk dan ukuran juga," ujar Noto
Lanjut Noto, sebagai salah satu penghasil gula merah khas Kepahiang di Desa Daspetah, telah bekerja sebagai pembuat gula aren selama kurang lebih satu 15 tahun.
"Proses pembuatan gula merah ini memerlukan waktu dan kesabaran, mulai dari pengambilan air nira hingga pengemasan. Saya berharap tradisi ini terus dilestarikan karena memiliki nilai yang sangat tinggi," pungkasnya.
Sumber:




