Meski dihadapkan pada kendala data anomali dan warga yang belum merekam, Dukcapil Kepahiang memastikan pelayanan jemput bola serta ketersediaan blangko e-KTP terus dioptimalkan agar warga yang benar-benar memenuhi syarat dapat segera mendapatkan identitas kependudukan mereka.
BACA JUGA:Diduga Putus Cinta, Janda Asal Kepahiang Nekat Tenggak Herbisida
"Contohnya ya di Desa Pelangkian, Kecamatan Kepahiang itu ada 17 data warga yang sama sekali belum rekam e-KTP, ternyata pada saat kita lakukan pengecekan data ke lapangan, hanya satu orang saja yang belum merekam. Data lainnya, warga sudah pindah domisili ataupun sudah meninggal dunia," ujar Ardiansyah.