Radarkepahiang.id - Seyogya nya Gerakan Pangan Murah (GPM) dapat dilakukan Pemerintah Kabupaten guna menekan stabilitas pasokan dan harga pangan dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) Hari Raya Idul Adha 1447 H/2026. Yakni, GPM yang seharusnya dilaksanakan sebagai bentuk nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha.
BACA JUGA:Harga Pupuk di Kepahiang Melonjak Hingga Sepi Pembeli
BACA JUGA:Dapatkan Dana Gratis dari Game Terbaru, Ini Aplikasi Penghasil Uang 2026 Novig
Hanya saja, kegiatan GPM tersebut tidak diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang jelang hari raya Idul Adha tahun ini, lantaran terbatasnya anggaran yang dialokasikan pada APBD TA 2026.
"Kalau dari Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan tidak tersedia anggaran untuk melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM), kita terbatas anggaran untuk itu," kata Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Rukismanto, Sp Mp.
BACA JUGA:Dari Kebiasaan di Akhir Pekan, Ini Cara Mengenali Orang Sukses!
BACA JUGA:Mudah Agar Hidup Lebih Tenang, Ini Tips Meditasi Mindfulness
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Adha terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap jumlah komoditas pangan strategis, sementara beberapa komoditas mengalami tekanan pasokan sehingga membutuhka langkah konkret pemerintah.
"Iya, seharusnya gerakan pangan murah dapat membantu masyarakat untuk memperoleh akses terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau dan kualitas terjamin," jelas Rukismanto.
BACA JUGA:Sederhana di Teras Rumah yang Sempit, Ini 4 Cara Membuat Kebun Tomat Ceri Gantung!
BACA JUGA:Langsing Tanpa Lapar, Ini Pola Makan Sehat untuk Diet!
Tujuannya, lanjut dia, menjaga daya beli masyarakat menstabilkan harga komoditas pangan strategis, memastikan ketersediaan stok pangan, serta memperkuat sinergi seluruh pihak dalam pengendalian inflasi daerah.