Kini banyak orang tua memanfaatkan aplikasi pendidikan, video pembelajaran, hingga media sosial sebagai sarana mendidik anak. Namun penggunaan teknologi tetap perlu diawasi agar anak tidak mengalami kecanduan gadget.
Para pakar pendidikan menilai keberhasilan parenting modern tidak hanya ditentukan metode yang digunakan, tetapi juga konsistensi orang tua dalam menerapkannya. Anak belajar bukan hanya dari nasihat, melainkan juga dari contoh perilaku yang mereka lihat setiap hari di rumah.
Karena itu, hubungan harmonis antaranggota keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pola pengasuhan. Selain itu, setiap anak juga memiliki karakter berbeda sehingga tidak semua metode parenting cocok diterapkan secara sama.
Orang tua perlu memahami kebutuhan dan kepribadian anak agar pola pengasuhan yang diterapkan benar-benar efektif. Di Indonesia sendiri, parenting modern semakin berkembang terutama di kalangan keluarga muda di perkotaan. Banyak orang tua mulai aktif mencari informasi tentang pengasuhan melalui seminar, buku, hingga media sosial.
BACA JUGA:Terancam 20 Tahun Penjara, Tersangka 'Ngaku' Cuma 1 Kali Setubuhi Anak Tiri
Meski begitu, sejumlah nilai pengasuhan tradisional dinilai tetap penting dipertahankan, seperti sopan santun, rasa hormat kepada orang tua, dan budaya gotong royong dalam keluarga. Karena itu, banyak pakar menyarankan agar orang tua mampu mengombinasikan nilai positif parenting modern dengan budaya lokal yang sudah lama berkembang di masyarakat.
Pada akhirnya, tidak ada pola asuh yang benar-benar sempurna untuk semua keluarga. Namun parenting modern dinilai efektif jika diterapkan dengan seimbang, penuh perhatian, serta tetap disertai batasan dan tanggung jawab yang jelas bagi anak.
Dengan pola pengasuhan yang tepat, anak diharapkan tidak hanya tumbuh cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara emosional dan mampu menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.